Deliserdang-Seorang marbot sekaligus imam masjid di Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, menjadi korban penganiayaan brutal oleh tiga pria bersenjata tajam.
Korban diketahui bernama M. Rafik Ashidik, yang sehari-hari bertugas di Masjid Ar Rahmat, Jalan Masjid, Kecamatan Sunggal. Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (14/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Jalan Karya I, Desa Helvetia.
Menurut keterangan Rafik, kejadian bermula saat dirinya baru pulang mengajar mengaji di rumah warga. Usai mengajar, ia berniat menjenguk kerabatnya yang tinggal tak jauh dari masjid.
Namun, setibanya di lokasi, ia mendengar seseorang melontarkan kata-kata kotor. Rafik yang merasa tersinggung kemudian menanyakan maksud ucapan tersebut.
“Saya sempat tanya maksudnya, tapi orang itu malah menantang. Saya tidak hiraukan dan duduk di teras,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Tak lama kemudian, tiga pria datang membawa senjata tajam dan langsung mengancam korban. Merasa terancam, Rafik berusaha melarikan diri menuju rumah Kepala Lingkungan (Kepling) setempat.
Sayangnya, ia berhasil ditangkap para pelaku sebelum sempat mendapatkan perlindungan. Korban kemudian diseret dan dikeroyok secara brutal, bahkan hingga di dalam rumah Kepling.
“Saya dipukul di bagian kepala belakang dan pelipis kiri. Di rumah Kepling pun masih terus dipukuli sampai akhirnya Kepling datang melerai,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Rafik mengalami luka di bagian kepala dan telah melaporkan kasus ini ke Polsek Sunggal dengan nomor laporan LP/B/510/IV/2026/SPKT/Polsek Sunggal.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Harles Gultom, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pengeroyokan itu.
“Laporannya sudah kami terima. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan kami akan segera memanggil para saksi,” pungkasnya.

