Nagan Raya ,-Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh menyatakan, sebanyak 220 murid di Beutong Ateuh Banggalang masih menjalani proses belajar di tenda darurat. Ini akibat dampak banjir yang terjadi pada Desember 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya Zulkifli mengatakan, meski dalam keterbatasan fasilitas, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Tujuannya, agar pendidikan siswa SD dan SMP tersebut tidak terhenti.
“Alhamdulillah, meski terdampak banjir, para siswa di Beutong Ateuh tetap bersekolah meski di bangunan darurat,” ujarnya di Suka Makmue, Jumat, 3 April 2026.
Ia menyebut, siswa yang belajar di sekolah darurat terdiri dari 97 siswa SMP Negeri Beutong Ateuh. Rinciannya, 54 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan.
Sementara itu, SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang menampung 123 siswa. Terdiri dari 55 siswa laki-laki dan 68 siswa perempuan.
Menurut Zulkifli, pemerintah daerah segera menyiapkan fasilitas sekolah darurat setelah bangunan sekolah lama tidak lagi dapat digunakan. Langkah tersebut merupakan instruksi Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, agar tidak ada siswa yang berhenti belajar.
“Sekolah darurat sudah terbangun di Beutong Ateuh. Proses belajar mengajar sudah berjalan sejak hari pertama sekolah sesuai edaran kementerian, meskipun dalam kondisi darurat,” katanya.
Khusus untuk SMP Negeri Beutong Ateuh, seluruh kegiatan pembelajaran harus dipindahkan karena bangunan sekolah lama rusak berat. Pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan Disperindagkop untuk memanfaatkan gedung milik dinas tersebut yang tidak terpakai.
“Kami sudah meminta izin kepada Disperindagkop Nagan Raya. Dan alhamdulillah direspons baik oleh Kepala Dinas Pak Samsuar,” ucap Zulkifli.
Ia juga memastikan mayoritas tenaga pengajar berasal dari putra-putri daerah setempat. Sehingga adaptasi pembelajaran di sekolah darurat berjalan lancar.
Selain mengikuti kurikulum reguler, para siswa mendapatkan pendampingan psikologis pascabencana. Yakni, melalui program trauma healing yang melibatkan mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
“Banyak pihak memberikan semangat. Alhamdulillah, kondisi anak-anak sekarang sudah ceria kembali dan bisa menerima keadaan yang ada,” ujarnya.

