Teheran,- Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada Jumat, 27 Februari 2026. Serangan tersebut memicu ledakan di berbagai wilayah ibu kota, Teheran, dilansir dari Al Jazeera.
Serangan tersebut dilaporkan melibatkan operasi udara dan laut, dengan sejumlah rudal menghantam kawasan University Street dan Jomhouri. Sementara itu, asap terlihat membumbung di beberapa titik kota.
Kantor berita Fars News Agency melaporkan beberapa lokasi terdampak di pusat Teheran. Sementara itu, Tasnim News Agency menyebut ledakan juga terjadi di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara.
Media Iran lainnya melaporkan serangan meluas hingga ke Provinsi Ilam Province di bagian barat negara tersebut. Presiden Donald Trump mengatakan, operasi tempur besar telah dimulai.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan menghilangkan ancaman yang dinilai segera dari pemerintah Iran serta melindungi rakyat Amerika. Di pihak lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan serangan rudal itu dilakukan untuk menghapus ancaman terhadap Negara Israel.
Seorang pejabat Washington mengatakan, serangan tersebut merupakan operasi militer gabungan yang telah dikoordinasikan sebelumnya. Pejabat lain menyampaikan bahwa serangan dilakukan melalui jalur udara dan laut.
Sebelumnya, AS telah mengerahkan sejumlah besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut sebagai tekanan terhadap program nuklir Iran. Menurut laporan Associated Press, salah satu area yang menjadi sasaran berada di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Namun, Khamenei dilaporkan tidak berada di Teheran saat serangan berlangsung dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman. Gangguan komunikasi seluler juga terjadi di beberapa wilayah ibu kota, sehingga panggilan telepon tidak dapat dilakukan untuk sementara waktu.
Seorang pejabat Iran mengatakan negaranya tengah menyiapkan pembalasan yang disebut akan bersifat menghancurkan. Di Israel, sirene peringatan berbunyi dan status darurat diberlakukan.
Militer Israel mengeluarkan peringatan dini kepada publik mengenai kemungkinan peluncuran rudal balasan. Otoritas bandara menutup wilayah udara bagi seluruh penerbangan sipil.
Kedutaan Besar AS di Qatar memerintahkan seluruh personelnya untuk berlindung di tempat. Kementerian Transportasi Irak juga menutup wilayah udara nasionalnya.
Seorang pejabat pertahanan Israel menyebut serangan tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan. Ia mengatakan, tanggal pelaksanaannya diputuskan beberapa minggu sebelumnya, meskipun negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung.

