Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui nilai jual Minyakita masih melebihi ketentuan harga eceran tertinggi (HET). Budi menyatakan rata-rata harga komoditas Minyakita secara nasional saat ini menyentuh angka Rp16.020 per liter.
Pemerintah terus memantau pergerakan harga pangan melalui sistem data digital yang diperbarui secara berkala setiap hari. Kementerian perdagangan berkomitmen menekan harga agar kembali sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh kementerian terkait.
“Jadi berdasarkan data, kita mempunyai Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang setiap saat harganya terupdate. Jadi ini kalau kita lihat harga rata-rata nasional memang bagus,” ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Kementerian Perdagangan mencatat adanya tren penurunan harga dibandingkan dengan periode sebelum penerbitan aturan baru mengenai perdagangan minyak. Harga jual di pasar tradisional sebelumnya sempat mencapai level tertinggi pada angka Rp16.800 per liter.
Implementasi Peraturan Menteri Perdagangan terbaru diklaim mulai memberikan dampak positif terhadap struktur harga pangan di masyarakat. Penurunan nilai jual ini menunjukkan efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah pusat di seluruh wilayah Indonesia.
“Nah kemarin sebelum ada Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) kan rata-rata harganya Rp16.800 per liter. Nah sekarang sudah mengalami penurunan,” kata Budi.
Mendag menyebutkan realisasi pasokan dari pihak produsen kini telah mendekati angka 30 persen saat ini. Target pencapaian pasokan minyak goreng rakyat tersebut ditetapkan sebesar 35 persen untuk menjaga stabilitas stok.
“Rp16.020 per liter, kan seharusnya Rp15.700 (HET). Ya, karena kemarin ketika kami tanya ke BUMN Pangan ya memang semua kan berproses,” ucap Budi.
Kementerian Perdagangan terus melakukan pemantauan ketat terhadap kinerja BUMN Pangan dalam merealisasikan target pengadaan stok minyak. Laporan berkala dari pihak pengelola pangan menjadi basis evaluasi bagi pemerintah untuk mengambil langkah kebijakan selanjutnya.
“Nah, cuman kan mereka (BUMN) juga harus mendistribusikan. Ya kan mendistribusikan ke seluruh Nusantara mungkin juga butuh waktu,” ujar Budi.

