Washington ,-Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kini mulai memasuki babak akhirnya setelah hampir tiga dekade menjadi persatuan umat manusia di luar angkasa. NASA secara resmi mengonfirmasi rencana operasional stasiun ini hingga tahun 2030.
NASA dan mitra internasionalnya akan memulai proses deorbit. Nantinya, ISS akan dijatuhkan secara terkendali ke Bumi.
Prosedur ini melibatkan pengarahan stasiun tersebut untuk masuk kembali ke atmosfer Bumi. Sisa-sisa badan stasiun akan jatuh di area terpencil di tengah samudera.
Langkah ini diambil untuk memastikan pembuangan kendaraan raksasa tersebut tidak membahayakan populasi di Bumi. Meskipun perjalanannya akan berakhir, NASA menegaskan bahwa delapan tahun ke depan akan dimanfaatkan secara maksimal.
Sejak mulai ditempati secara terus-menerus pada November 2000, ISS menjadi rumah bagi lebih dari 265 orang dari 20 negara. ISS dibangun oleh koalisi 15 negara, termasuk CSA (Kanada), ESA (Eropa), JAXA (Jepang), dan Roscosmos (Rusia).
Misi utama ISS bukan sekadar melayang di orbit rendah Bumi (LEO). ISS juga menjadi laboratorium raksasa untuk memahami bagaimana manusia dapat hidup dan bekerja di luar angkasa.
Ribuan eksperimen telah dilakukan di lingkungan mikrogravitasi. Kontribusi ISS mencakup model iklim, fenomena bintang neutron dan dark matter, hingga penelitian adaptasi manusia terhadap gravitasi nol.

