Jakarta,- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan, pembangunan 1.606 hunian sementara (huntara) di Aceh-Sumatra Utara selesai sebelum Ramadan 2026. Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan huntara ditujukan untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor agar menempati hunian layak.
“Kita juga sedang membangun huntara, total ada 1.606 unit. Targetnya sebelum masuk bulan Ramadhan selesai semua, itu sesuai arahan dari BNPB,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).
Ia menegaskan, percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas pemerintah. Seuruh pembangunan huntara itu, dilakukan secara bertahap dengan prinsip kecepatan, kualitas, dan keselamatan.
“Bangunan huntara dirancang menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang dirancang kuat. Sistem ini memungkinkan pembangunan dilakukan secara cepat dan tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni,” ucapnya.
Selain itu, ia menjelaskan, metode modular juga membuat proses pembangunan lebih efisien tanpa mengurangi kualitas bangunan. “Kami menggunakan sistem modular baja yang sudah biasa dipakai selama ini, dan sudah terbukti secara kualitas serta tahan lama,” ujarnya.
Kawasan huntara ini juga dilengkapi fasilitas dasar, termasuk toilet komunal, listrik, pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Fasilitas ini disiapkan agar warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan layak selama masa tinggal sementara.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut pemerintah menyiapkan 197 titik lahan pembangunan hunian tetap (huntap). Ia menyampaikan tahapan penyediaan hunian tetap telah disiapkan secara komprehensif.
Maruarar menyebut tahapan penyediaan hunian tetap telah disiapkan secara komprehensif. Adapun prosesnya meliputi penetapan lokasi, penyiapan data by name by address (BNBA), penyusunan desain detail, lelang, hingga pembangunan.
“Kami sudah siap. Saat ini kami berada di tahap paling ujung, yaitu pembangunan hunian tetap,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut.
Ia menegaskan pembangunan huntap harus memenuhi tiga kriteria utama, yakni aman dari potensi banjir, tsunami, atau longsor. Selain itu, tidak bermasalah secara hukum serta dekat dengan ekosistem kehidupan masyarakat, seperti ladang, tempat kerja, sekolah, dan pasar.
Di Sumatra Utara, rencana pembangunan huntap mencakup 16 lokasi dengan total luas lahan 58 hektare. Sementara di Sumatera Barat terdapat 28 lokasi seluas 53 hektare.
Kemudian di Provinsi Aceh, pemerintah menyiapkan 153 titik lahan dengan luas mencapai 473 hektare. Total luas lahan huntap di tiga provinsi mencapai 584 hektare, siap menampung ribuan unit rumah bagi korban bencana.

