By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: 21 Provinsi Alami Penurunan IPH
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

21 Provinsi Alami Penurunan IPH

berita
berita Published October 14, 2025
Share
SHARE

Jakarta,- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 21 provinsi mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada awal Oktober 2025. Penurunan ini terjadi karena turunnya harga sejumlah bahan pangan.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan penyumbang utama penurunan IPH berasal dari beras dan bawang merah. Di beberapa daerah juga mulai terlihat penurunan harga cabai rawit.

“Sementara itu kalau kita perhatikan dari penurunan IPH yang dialami oleh 21 provinsi, disumbang oleh penurunan beras. Selain itu, penurunan harga bawang merah, dan beberapa tempat ada sudah mulai turunnya harga cabai rawit,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan penurunan IPH terdalam di Indonesia. Komoditas yang paling berpengaruh adalah beras, bawang merah, dan cabai merah.

Kalimantan Timur juga mencatat penurunan harga cukup besar pada periode yang sama. Penurunan IPH di daerah ini disumbang oleh bawang merah, beras, dan daging sapi.

Sementara itu, Papua Selatan turut mengalami penurunan IPH yang cukup signifikan. Komoditas yang berperan besar adalah cabai merah, beras, dan bawang merah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti perbedaan penyebab inflasi di berbagai daerah. Ia meminta pemerintah daerah dan pusat bekerja sama menekan harga komoditas penyumbang inflasi.

Tito menjelaskan, cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi di banyak wilayah. Karena itu, produksi dan distribusinya harus ditingkatkan agar harga bisa stabil.

“Meskipun di daerah-daerah, itu juga ada yang berbeda-beda, penyebabnya inflasinya. Semua daerah yang tinggi, terutama, perlu memikirkan, termasuk pemerintah pusat, memikirkan bagaimana caranya, untuk penyumbang inflasi, cabai merah terutama, ini bisa diatasi,” katanya.

Selain cabai merah, daging ayam ras juga ikut mendorong inflasi di beberapa daerah. Tito menegaskan harga ayam boleh naik untuk melindungi peternak, tetapi tidak boleh berlebihan.

You Might Also Like

Gubernur Bobby Optimis Kerja Sama Kesehatan dengan Korea Selatan Beri Manfaat Nyata

Bulog Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP hingga Maret 2027

Rico Waas Luncurkan E-Loket, Perkuat Transparansi dan Kepatuhan Pajak

Indonesia Perkuat Koridor Rantai Pasok dari Sumut

Dari Hype ke Dampak Nyata, DANA Soroti Implementasi AI bagi Bisnis dan Talenta

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita October 14, 2025 October 14, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Gubernur Bobby Nasution Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Sumut Capai 7,2%
Next Article BNN : Masyarakat Jangan Takut Melapor dan Ikuti Rehabilitasi Narkoba
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Pengedar Sabu Di Desa Manunggal Diringkus, Segini BBnya !!!
HOME KRIMINAL Medan
Sarang Narkoba di Kandibata Digrebek, Begini Akhirnya !!!
HOME KRIMINAL
Jalan Amblas & Longsor, Polsek STM Hulu Bantu Aktifkan Jalur Alternatif Bersama Masyarakat
HOME KRIMINAL
Pemprov Sumut Perkuat Perlindungan PMI dan Persempit Ruang TPPO
KRIMINAL
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?