By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Dari Hype ke Dampak Nyata, DANA Soroti Implementasi AI bagi Bisnis dan Talenta
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Dari Hype ke Dampak Nyata, DANA Soroti Implementasi AI bagi Bisnis dan Talenta

Editor
Editor Published September 8, 2026
Share
SHARE

Jakarta,-Ketika penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin masif, tingginya tingkat adopsi belum tentu menghasilkan nilai nyata bagi perusahaan. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah teknologi tersebut benar-benar mampu menyelesaikan persoalan, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan dampak yang terukur bagi bisnis.

Isu tersebut menjadi fokus DANA dalam inisiatif tahunan AI@Work Lab di IdeaFest 2026, yang mempertemukan pemimpin bisnis, teknologi, dan komunitas untuk membahas cara membawa AI dari tahap eksperimen menuju implementasi yang memberikan hasil terukur serta dampaknya bagi masa depan talenta. 

Dalam sesi The AI Adoption Trap: Moving Beyond Hype to Real Business Value, Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, bersama Raymond Chin, Founder Genesis & Sevenpreneur, menekankan bahwa perusahaan perlu mengukur tingkat keberhasilan AI terhadap proses kerja dan perubahan yang dihasilkan terhadap bisnis, bukan hanya dari seberapa banyak AI digunakan atau eksperimen yang dijalankan.

“Adopsi AI bukan lagi tujuan akhir. Nilainya baru tercipta ketika teknologi tersebut membantu menyelesaikan persoalan yang nyata, memperbaiki kualitas keputusan, dan memberikan hasil yang dapat diukur. Namun, manusia tetap memegang peran utama dalam menentukan konteks, menjaga kualitas, mengelola risiko, dan bertanggung jawab atas hasil akhirnya,” ujar Vince.

Saat ini, sekitar 80-90% kode di DANA dihasilkan dengan dukungan AI. Meski demikian, peran engineer tidak berhenti pada pemeriksaan kualitas. Engineer tetap bertanggung jawab dalam merumuskan persoalan, merancang arsitektur sistem, melakukan validasi, memastikan keamanan, serta mengambil keputusan atas hasil akhir. 

Sepanjang 2025, implementasi agentic AI pada sejumlah proses operasional DANA mencatat peningkatan produktivitas hingga 57%, peningkatan kepuasan pelanggan sebesar 13%, serta percepatan penyelesaian layanan sebesar 10%.

Diskusi juga menyoroti pentingnya kesiapan organisasi dan talenta dalam mengintegrasikan AI ke proses kerja. Perusahaan perlu memberi ruang untuk mencoba teknologi baru, sekaligus memastikan tata kelola dan penerapannya tetap bertanggung jawab. Pendekatan tersebut diterapkan dengan memberikan ruang bagi tim untuk bereksperimen, sembari memastikan setiap penggunaan AI memiliki tujuan, parameter keberhasilan, dan akuntabilitas yang jelas.

Di DANA, pendekatan ini salah satunya dilakukan lewat penerapan Smart Friction, yaitu penambahan lapisan verifikasi secara terukur pada aktivitas yang memiliki indikasi risiko lebih tinggi. Lewat kolaborasi lintas sektor bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), langkah tersebut berkontribusi terhadap penurunan aktivitas terindikasi perjudian online di platform hingga 80% sepanjang 2025.

Perubahan AI terhadap dunia kerja pun dibahas lebih lanjut dalam sesi Beyond Coding: Building a Career AI Can’t Replace bersama Norman Sasono, CTO DANA Indonesia; Sai Prasad Kolluri, CTO Google Cloud Indonesia; dan Abil Sudarman, Founder ASSAI.

Sesi tersebut mengupas bagaimana AI mengubah peran software engineer serta keterampilan yang akan semakin penting ke depan. Coding tetap menjadi kemampuan penting, tetapi keunggulan kompetitif bergeser ke kemampuan memahami bisnis, memecahkan masalah, merancang arsitektur, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas hasil secara menyeluruh.

“AI dapat membantu menjawab how, tetapi engineer tetap bertanggung jawab atas why, what, dan what could go wrong. Ketika kode semakin mudah dihasilkan, kemampuan memahami konteks, menggunakan penilaian yang tepat, dan akuntabilitas justru menjadi semakin penting,” ujar Norman Sasono.

Melalui AI@Work Lab, DANA ingin membawa diskusi mengenai AI ke tahap yang lebih konkret: bukan lagi sekadar soal siapa yang paling cepat mengadopsinya, tetapi persoalan apa yang dapat diselesaikan, hasil apa yang benar-benar berubah, serta bagaimana manusia dapat menggunakan teknologi tersebut secara bertanggung jawab.

You Might Also Like

Wali Kota Medan Dorong Pelaku UMKM Tidak Hanya Bertahan, Namun Berani Naik Kelas

Produk Halal Indonesia Diminati di MIHAS 2026, Potensi Transaksi 17,6 Miliar

Bobby Nasution Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Bobby Nasution Ajak IKM Sumut Perkuat Ekonomi Keumatan dan Industri Halal

Kebut Proyek PSEL, Pemko Medan Pastikan Kesiapan Lahan Sesuai Kriteria Pusat

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 8, 2026 September 8, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Kalahkan Chelsea, Arteta Sebut Arsenal Lebih Baik
Next Article Perluas Jangkauan Wi-Fi di Rumah, TP-Link Hadirkan RE225BE dengan Teknologi Wi-Fi 7
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Pelaku Pencurian Sepeda Motor dan Uang Rp10 Juta Diringkus
HOME KRIMINAL
Polresta Deli Serdang Tangkap Pengedar Sabu Pantai Labu
HOME KRIMINAL
DPW AMPHIBI Jatim Gelar Kerja Bakti Bersama Warga dan TNI-Polri di Candi Sidoarjo
HOME NASIONAL PENDIDIKAN
Pengakuan Roberto Carlos Kehilangan 99 Persen Penghasilan dari Sepak Bola
OLAHRAGA
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?