Jakarta,-Produk industri kreatif syariah Indonesia ikut serta dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur. Keikutsertaan itu berhasil membukukan potensi tansaksi sebesar Rp17,6 miliar, meningkat hingga 151,42 persen dibandingkan capaian di tahun 2025.
“Hal tersebut mencerminkan tingginya minat pasar internasional terhadap produk halal dari pelaku usaha syariah Indonesia,” Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali dalam pernyataan tertulis BI, Minggu, 27 September 2025. Tahun ini, BI memfasilitasi 23 pelaku usaha syariah sektor makanan halal untuk berpartisipasi dalam MIHAS 2026.
Para pelaku usaha itu berasal dari program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia. Dari 23 pelaku usaha tersebut, tujuh pelaku usaha datang langsung ke Kuala Lumpur.
Sedangkan 16 pelaku usaha lainnya berpartisipasi melalui dukungan mitra agregator yang membawa produk-produk unggulan. Produk unggulan yang ditampilan di Paviliun Indonesia sudah melalui proses kurasi dan screening oleh Dewan IKRA, Atase Perdagangan, dan mitra agregator.
“Melalui program IKRA Indonesia, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha syariah secara berkelanjutan,” ucap Ricky. Tahun ini merupakan tahun keempat Indonesia berpartisipasi dalam MIHAS di Malaysia, ajang pameran halal internasional terbesar di Negeri Jiran.
MIHAS menjadi sarana yang efektif bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas jejaring bisnis dan membangun kemitraan internasional. Selain memanfaatkan Malaysia sebagai salah satu hub penting dalam pengembangan pasar halal global.
Selama penyelenggaraan MIHAS, BI bersama KBRI Kuala Lumpur memfasilitasi berbagai kegiatan. Diantaranya business matching, promosi produk, serta pertemuan dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Dari kegiatan itu, telah dilakukan penandatangan sejumlah kerja sama binsi antara pelaku usaha syariah anggota IKRA Indonesia dengan pembeli internasional. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai produk halal unggulan Indonesia.

