Manchester,-Sejumlah klub Premier League mulai mencari penasihat hukum terkait peluang menuntut kompensasi dari Manchester City. Langkah tersebut muncul setelah City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial.
Proses perkara belum berakhir karena sanksi terhadap klub juga belum diumumkan. Namun, City disebut akan mengajukan banding atas keputusan komisi independen tersebut.
Dilansir dari BBC Sport, sejumlah klub bahkan telah meminta pendapat hukum sebelum keputusan terhadap City diketahui publik pada Jumat, 25 September 2026. Mereka ingin mengetahui kemungkinan menuntut kerugian akibat pelanggaran finansial yang dilakukan City.
Klub yang posisinya terdampak dapat mengklaim kehilangan kesempatan meraih gelar atau mempertahankan posisi di Premier League. Namun, setiap tuntutan kompensasi kemungkinan harus diperiksa melalui proses hukum tersendiri.
Preseden mengenai kompensasi pernah terjadi dalam perkara Everton dan Burnley. Everton sebelumnya diperintahkan untuk membayar 35 juta pound kepada Burnley akibat pelanggaran aturan profitabilitas.
Burnley menilai pelanggaran Everton memengaruhi peluang mereka bertahan di Premier League pada musim 2021-2022. Komisi Premier League kemudian memberikan 26 juta pound sebagai ganti rugi dan sembilan juta pound bunga.
Perkara tersebut menjadi latar penting dalam kemungkinan tuntutan terhadap Manchester City. Namun, belum ada kepastian mengenai bentuk dan mekanisme tuntutan yang dapat diajukan klub-klub terdampak.
Dakwaan City berkaitan dengan periode ketika mereka meraih tiga gelar Premier League. Gelar tersebut diraih pada musim 2011-2012, 2013-2014, dan 2017-2018.
Manchester United berpotensi terdampak pada musim 2011-2012 dan 2017-2018 jika gelar City dicabut. Sementara Liverpool menjadi klub yang berpotensi menerima gelar musim 2013-2014.
Di kompetisi lain, Stoke City berpotensi mendapat gelar Piala FA 2011. Sunderland, Liverpool, dan Arsenal juga berpotensi terdampak pada Piala Liga musim 2014, 2016, dan 2018.
Namun, pemberian gelar kepada klub lain belum diputuskan oleh komisi. City juga masih memiliki hak mengajukan banding terhadap keputusan maupun sanksi yang nantinya dijatuhkan.
Proses tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu karena sidang sanksi belum tentu digelar dalam waktu dekat. Bahkan, hasil sidang sanksi dapat menunggu hingga proses banding City selesai.
Ketidakpastian tersebut berpotensi terus menyertai Premier League selama proses hukum berlangsung. Sejumlah pemain City juga disebut tidak memiliki klausul pelepasan otomatis jika klub terdegradasi akibat sanksi.
Komisi independen dilaporkan telah mengambil keputusan setelah proses perkara yang berlangsung panjang. Namun, Premier League belum mengumumkan keputusan tersebut secara resmi kepada publik.

