Jakarta,-Sebanyak 58.000 jemaah umrah Indonesia masih tertahan di Arab Saudi berdasarkan data Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta. Hal tersebut imbas pascaadanya eskalasi dikawasan Timur Tengah.
“Saat ini tersampaikan, ada sekitar 58.000 yang masih tertahan di Arab Saudi. Tapi memang gelombang itu sudah mulai berangsur berkurang dengan mulai dibukanya sedikit,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Kartika P Perdhana, Rabu 12 Maret 2026.
Menurut Galih, walaupun sangat terbatas, itu artinya masyarakat yang berangkat juga bisa berangkat. Kemudian, yang pulang, tetap akan pulang dengan strategi dalam angka yang masih sangat terbatas.
“Tapi berproses, karena keselamatan WNI diatas segalanya. Kami juga simak dari keterangan Wakil Menteri Haji dan Umrah gitu, akan diupayakan pemulangan berjangka, khususnya oleh maskapai Garuda,” ucapnya.
Terpisah, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengungkap hingga saat ini masih ada 50.374 jemaah umrah yang berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut 14.115 tertahan akibat konflik Timur Tengah.
Kemudian, 1.239 diantaranya merupakan pihak Panitia Penyenggara Ibadah Umrah (PPIU). “Jemaah umrah yang ada di Saudi per 11 Maret masih ada 50.374, yang kemungkinan tertahan sebesar 14.115, dengan jumlah PPIU sebesar 1.239,” kata Irfan dalam rapat Komisi VIII DPR.
Irfan menyampaikan perang Iran dengan AS-Israel hingga kini masih meningkatkan eskalasi dikawasan Asia Barat atau Timur Tengah, dan belum ada tanda-tanda bakal mereda. Meski begitu, berdasarkan laporan pemerintah Arab Saudi, situasi di Makkah, Madinah dan Jeddah masih kondusif.
Menurut Irfan, para jemaah masih bisa melakukan ibadah umrah dengan tenang dan tanpa gangguan. “Para jemaah umrah yang saat ini berada diwilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” kata dia.
Namun, Irfan mengatakan pemerintah akan segera menyiapkan skenario terburuk. Terutama untuk mengantisipasi potensi gangguan pada pelaksanaan ibadah haji yang persiapannya akan dimulai pada 22 April.
Dia menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi agar pemerintah memastikan keselamatan jemaah atas situasi yang memanas. “Ini sejalan dengan permintaan atau perintah Presiden tadi malam ketika selesai acara Nuzulul Qur’an, beliau mengatakan yang penting dipastikan keamanan bagi semua jemaah kita,” ujar Irfan.

