By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Ditengah Beras Mahal, Omak- omak di Pantai Cermin Ramai Kopek Kupang Cari Uang
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Ditengah Beras Mahal, Omak- omak di Pantai Cermin Ramai Kopek Kupang Cari Uang

Agus Leo
Agus Leo Published March 4, 2024
Share
SHARE

Sergai – Ditengah masih mahalnya harga beras saat ini mencapai Rp17 ribu perkilogramnya, tak putus akal bagi kalangan omak- omak nelayan ( Ibu rumah tangga) dan remaja putri di kawasan Jalan Kuala Lama Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai untuk mendapatkan uang agar dapat membeli beras sekilo.

Salah satunya dengan cara mencari upahan dari kerja mengopek kerang yang dapat menghasilkan uang.

Meski perkilonya diupah seharga Rp3000 namun dalam sehari para IRT ini bisa menghasilkan kopekan Kupang seberat 10 Kg dengan menghasilkan uang Rp30 ribu.

” Lumayanlah bang, dari hasil kerja kopek Kupang rebus ini kami rata- rata bisa menghasilkan uang tambahan sebesar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu bisa membeli beras untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari dan selebihnya bisa untuk biaya uang sekolah anak”, kata Bu Butet saat ditemui media online ini secara langsung di halaman kediamannya.Senin (04/03/2024).

Menurut Bu Butet, hampir setiap harinya kalangan ibu nelayan disini menghabiskan waktunya dengan beramai- ramai mengopek Kupang untuk menghasilkan uang apalagi kalangan ibu nelayan disini masih banyak yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah baik itu PKH maupun program bantuan beras miskin lainnya.Ungkap Bu Butet sembari mengopek Kupang yang ada dihadapannya tersebut.

Bu Butet menuturkan, kalau pasokan Kerang Kupang setiap sorenya hadir di hadapan mereka dari para agen pengumpul Kupang yang telah direbus.

Selain diramaikan dengan ibu rumah tangga, ternyata kegiatan kopek Kupang jenis kerang ini juga turut diramaikan dengan para remaja putri yang setiap harinya bisa menghasilkan uang sebesar 20 ribu dari mengopek Kupang.

Terpisah, sebagaimana diketahui kerang Kupang mulanya diperoleh dari para nelayan pencari kerang Kupang.

Sebagaimana dituturkan oleh Anton (45) salah seorang nelayan pencari Kupang mengaku berpenghasilan 200 ribu perharinya.

Mencari Kupang di dasar laut ternyata tidaklah mudah, selain harus mengandalkan alat bantu pernafasan dengan mesin kompresor.

Nelayan Kupang ini harus berjibaku mencari Kupang sampai di kedalaman 20 meter.

Menurut Anton, jenis Kupang saat ini memang sedang musimnya, selain Kerang ternyata harga jual Kupang cukup menjanjikan seharga 1000 perkilogramnya dijual ke agen atau kepada penampung Kupang.

Selanjutnya para pengumpul Kupang memasak atau merebusnya kemudian dikumpulkan daging Kupang sebelum di jual ke pasar seharga 15 ribu perkilogramnya.

Dalam mencari Kupang, kapal boat nelayan yang berukuran sekitar 2x 6 meter tersebut harus menempuh jarak sekitar 6 mil ke tengah laut atau setengah jam lamanya perjalanan.

Sesampainya di lokasi kumpulan Kupang, para nelayan melabuhkan jangkar selanjutnya menyelami dasar laut hingga 20 meter untuk mencari kumpulan Kupang bersarang di dasar karang laut dengan bantuan alat pernapasan memakai mesin kompresor.

” Saat ini mata pencarian Kupang menjadi primadona bang, karena jenis Kerang dan ikan sudah sulit di dapat nelayan, ya Lumayanlah bang, kalau kita bisa kumpulkan Kupang seberat 200 Kilogram saja kita sudah bergaji 200 ribuan perorangnya sekali melaut.Ungkap Anton sembari menginformasikan kalau daging Kupang ini tak kalah enaknya dengan daging jenis kerang apalagi kalau Kupang ini direbus disantaf dengan sambal kecap terasa nikmatnya.(Bersambung) (Gus/Sergai).

You Might Also Like

Gubernur Bobby Optimis Kerja Sama Kesehatan dengan Korea Selatan Beri Manfaat Nyata

Bulog Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP hingga Maret 2027

Rico Waas Luncurkan E-Loket, Perkuat Transparansi dan Kepatuhan Pajak

Indonesia Perkuat Koridor Rantai Pasok dari Sumut

Dari Hype ke Dampak Nyata, DANA Soroti Implementasi AI bagi Bisnis dan Talenta

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Agus Leo March 4, 2024 March 4, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Layanan Adminduk Keliling Bisa Mengubah Paradigma Masyarakat ke Pemko Medan
Next Article Salurkan KUR Dengan Baik, Pemko Medan Raih Penghargaan Dari Kementerian Keuangan RI
174 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Kapolresta Deli Serdang Pantau Situasi Bandara Kualanamu Pasca Pembatalan Penerbangan,
HOME KRIMINAL
Terobosan Rico Waas, Pelayanan Administrasi Kependudukan Kini Bisa Diakses di 21 Kecamatan
Medan
Rico Waas Perkuat Pelayanan Jemput Bola, Ribuan Warga Medan Selayang Manfaatkan MPP Roadshow
Medan
Peduli Masa Depan Pendidik, Wakil Wali Kota Medan Minta Fasilitas SDN 066667 Denai Segera Diperbaiki
Medan
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?