Sergai – Ditengah masih mahalnya harga beras saat ini mencapai Rp17 ribu perkilogramnya, tak putus akal bagi kalangan omak- omak nelayan ( Ibu rumah tangga) dan remaja putri di kawasan Jalan Kuala Lama Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai untuk mendapatkan uang agar dapat membeli beras sekilo.
Salah satunya dengan cara mencari upahan dari kerja mengopek kerang yang dapat menghasilkan uang.
Meski perkilonya diupah seharga Rp3000 namun dalam sehari para IRT ini bisa menghasilkan kopekan Kupang seberat 10 Kg dengan menghasilkan uang Rp30 ribu.
” Lumayanlah bang, dari hasil kerja kopek Kupang rebus ini kami rata- rata bisa menghasilkan uang tambahan sebesar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu bisa membeli beras untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari dan selebihnya bisa untuk biaya uang sekolah anak”, kata Bu Butet saat ditemui media online ini secara langsung di halaman kediamannya.Senin (04/03/2024).
Menurut Bu Butet, hampir setiap harinya kalangan ibu nelayan disini menghabiskan waktunya dengan beramai- ramai mengopek Kupang untuk menghasilkan uang apalagi kalangan ibu nelayan disini masih banyak yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah baik itu PKH maupun program bantuan beras miskin lainnya.Ungkap Bu Butet sembari mengopek Kupang yang ada dihadapannya tersebut.
Bu Butet menuturkan, kalau pasokan Kerang Kupang setiap sorenya hadir di hadapan mereka dari para agen pengumpul Kupang yang telah direbus.
Selain diramaikan dengan ibu rumah tangga, ternyata kegiatan kopek Kupang jenis kerang ini juga turut diramaikan dengan para remaja putri yang setiap harinya bisa menghasilkan uang sebesar 20 ribu dari mengopek Kupang.
Terpisah, sebagaimana diketahui kerang Kupang mulanya diperoleh dari para nelayan pencari kerang Kupang.
Sebagaimana dituturkan oleh Anton (45) salah seorang nelayan pencari Kupang mengaku berpenghasilan 200 ribu perharinya.
Mencari Kupang di dasar laut ternyata tidaklah mudah, selain harus mengandalkan alat bantu pernafasan dengan mesin kompresor.
Nelayan Kupang ini harus berjibaku mencari Kupang sampai di kedalaman 20 meter.
Menurut Anton, jenis Kupang saat ini memang sedang musimnya, selain Kerang ternyata harga jual Kupang cukup menjanjikan seharga 1000 perkilogramnya dijual ke agen atau kepada penampung Kupang.
Selanjutnya para pengumpul Kupang memasak atau merebusnya kemudian dikumpulkan daging Kupang sebelum di jual ke pasar seharga 15 ribu perkilogramnya.
Dalam mencari Kupang, kapal boat nelayan yang berukuran sekitar 2x 6 meter tersebut harus menempuh jarak sekitar 6 mil ke tengah laut atau setengah jam lamanya perjalanan.
Sesampainya di lokasi kumpulan Kupang, para nelayan melabuhkan jangkar selanjutnya menyelami dasar laut hingga 20 meter untuk mencari kumpulan Kupang bersarang di dasar karang laut dengan bantuan alat pernapasan memakai mesin kompresor.
” Saat ini mata pencarian Kupang menjadi primadona bang, karena jenis Kerang dan ikan sudah sulit di dapat nelayan, ya Lumayanlah bang, kalau kita bisa kumpulkan Kupang seberat 200 Kilogram saja kita sudah bergaji 200 ribuan perorangnya sekali melaut.Ungkap Anton sembari menginformasikan kalau daging Kupang ini tak kalah enaknya dengan daging jenis kerang apalagi kalau Kupang ini direbus disantaf dengan sambal kecap terasa nikmatnya.(Bersambung) (Gus/Sergai).

