By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Waspada!, Sertifikat 1961-1997 Rawan Diserobot, Ini Penyebabnya
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KRIMINAL

Waspada!, Sertifikat 1961-1997 Rawan Diserobot, Ini Penyebabnya

Editor
Editor Published March 20, 2025
Share
SHARE

Jakarta,-Sertifikat tanah yang terbit pada periode tahun 1961 hingga 1997 berpotensi rawan diserobot orang lain. Hal ini lantaran sertifikat tersebut tidak dilengkapi dengan peta kadastral (batas kepemilikan tanah) yang jelas.

Akibatnya, lokasi tanah tersebut sering tidak diketahui secara pasti. Sehingga, berrisiko dilakukan penyerobotan lahan yang dapat merugikan pemiliknya.

Demikian diungkap oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam diskusi bersama awak media di Jakarta, Rabu, (19/3/2025). “Ada sertifikatnya, di belakangnya tidak ada peta kadastral sehingga itu potensi tidak diketahui dimana lokasinya dan potensi bisa diserobot orang,” ujarnya.

Karena itu, Nusron menekankan pentingnya dilakukan transformasi sertifikat tanah periode 1961-1997 ke elektronik. Ini untuk menghindari risiko penyerobotan lahan yang dapat merugikan pemiliknya.

Ia lantas mengimbau agar momentum Idulfitri 2025 ini dimanfaatkan masyarakat yang memiliki sertifikat tanah 1961-1997 untuk mengubahnya. BPN menyebut sertifikat itu sebagai sertifikat KW-456. 

Untuk itu, masyarakat diimbau agar mengubahnya menjadi sertifikat elektronik yang dilengkapi dengan peta kadastral. “Mumpung momentum Idulfitri, ngumpul keluarga di kampung masing-masing, kalau bisa dimigrasi ke sertifikat elektronik. Supaya langsung ada peta kadastralnya,” ujar Nusron.

Hal ini penting agar pemilik tanah dapat dengan mudah mengetahui lokasi dan batas tanah mereka. Serta mengurangi kemungkinan penyerobotan yang bisa merugikan pemilik tanah tersebut.

Meskipun selama lebaran banyak kantor tutup, Nusron memastikan bahwa kantor BPN di beberapa wilayah tertentu tetap buka. Ia memastikan, pihaknya membuka pelayanan dasar untuk membantu masyarakat yang ingin memproses perubahan sertifikat tanah mereka.

Pelayanan dasar yang diberikan meliputi proses balik nama sertifikat serta pengecekan. Termasuk juga pemadanan data sertifikat yang masih menggunakan format lama agar segera diproses ke format elektronik.

Menurut Nusron, masalah pertanahan di Indonesia sangat kompleks, dan tanah menjadi cermin dari masalah sosial. Sertifikat tanah yang terbit pada masa lalu sering kali mengalami tumpang tindih, terutama di kawasan-kawasan padat penduduk seperti Jabodetabek.

Di daerah seperti Jakarta, banyak orang yang tidak mengetahui riwayat tanah mereka. Sehingga, dapat terjadi perselisihan atau klaim yang saling bertentangan antara pemilik tanah yang satu dengan yang lain.

Oleh karena itu, dengan teknologi yang ada sekarang, seperti aplikasi BHUMI ATR/BPN dan sistem koordinat, diharapkan dapat mempermudah penyelesaian sengketa pertanahan. Kasus ini menurutnya, dulu sulit diselesaikan akibat terbatasnya informasi dan teknologi yang ada.

Ia menyebutkan bahwa jumlah sertifikat KW-456 mencapai 13,8 juta bidang tanah dan banyak masalah tumpang tindih terjadi di kawasan Jabodetabek. Karena banyak warga yang tidak mengetahui batas-batas dan riwayat tanah mereka.

Sementara, di daerah-daerah, masalah serupa tidak terjadi karena tetua-tetua masih tinggal di sana. Mereka lebih memahami lokasi dan batas-batas tanah, serta memiliki pengetahuan yang lebih banyak tentang sejarah dan riwayat tanah tersebut.

“Tapi kalau di Jabodetabek orangnya sudah pada pindah, ada orang Kemang, Jakarta sudah pindah ke Bogor ke Bekasi. Yang datang ke situ orang pendatang semua yang nggak tahu tentang riwayat tanah tersebut,” kata Nusron.

Nusron juga memastikan bahwa kantor BPN akan tetap membuka pelayanan selama kebijakan work from anywhere (WFA). Hingga saat libur Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.

Pelayanan libur Lebaran akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 April 2025 di kantor-kantor BPN yang berada di daerah tujuan mudik. Seperti Jawa, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan beberapa daerah lainnya, kecuali Jakarta dan Tangerang Selatan.

You Might Also Like

Polisi Berhasil Ungkap Pelaku Penusukan di Kawasan Dotonbori Osaka

Kapolsek Tanjung Morawa Hadiri Punggahan Keluarga Besar Pendawa Deli Serdang

Polsek Tanjung Morawa Berpatroli Blue Light Antisipasi Genk Motor dan Gangguan Kamtibmas

Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 Monitoring Bapokting di Pasar Bakaran Batu

Malam Minggu Mencekam di Belawan, Dua Remaja Dibegal Saat Menuju Pinggir Laut

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor March 20, 2025 March 20, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Jika Kalahkan Australia, Ranking FIFA Indonesia Bisa Melesat
Next Article Sembuh dari Sakit, Wendy Cagur Malah Diancam Istri
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Gubernur Bobby Nasution Temui Langsung Warga Korban Banjir di Tapteng
Medan
Kahiyang Ayu Serahkan 135 Kursi Roda Adaptif bagi Anak Penyandang Cerebral Palsy di Sumut
Medan
Gubsu Bobby Salat Tarawih Perdana Bersama Warga Terdampak Banjir Tapteng
Medan
Perkuat Pengawasan Lewat SAPA KOTA, Rico Waas Ultimatum Camat: Tak Ada Lagi Sampah Berserakan Di Medan!
Medan
- Advertisement -
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?