By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Waspada Hujan Asam Bisa Ganggu Kesehatan
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Waspada Hujan Asam Bisa Ganggu Kesehatan

berita
berita Published January 30, 2026
Share
SHARE

Jakarta,-Ramai di media sosial istilah ‘awan kontainer’, yang dikaitkan dengan cuaca ekstrem dan memicu gangguan kesehatan. Adapun gangguan kesehatan tersebut yakni, gatal-gatal pada kulit, mata perih, hingga munculnya busa pada air hujan yang ditampung warga. 

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan gangguan kesehatan bukan karena disebabkan jenis awan tertentu. Kondisi tersebut terjadi karena fenomena hujan asam.

“Hujan asam terjadi akibat gas-gas polutan di udara yang berperan sebagai inti kondensasi, kemudian larut dalam air hujan. Apalagi di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi, potensi terjadinya hujan asam memang lebih besar,”kata Sonni, dikutip dari laman IPB University, Kamis 29 Januari 2026.

Lalu bagaimana dengan anggapan awan kaku atau tidak bergerak, menurutnya kondisi tersebut terjadi karena hanya mengandalkan pengamatan visual yang terbatas. Ia menjelaskan awan secara alami selalu bergerak dan berubah bentuk mengikuti dinamika atmosfer. 

“Ketika awan disebut tidak bergerak atau tidak berubah bentuk, itu biasanya hanya berdasarkan pengamatan mata telanjang sesaat. Pengamatan visual yang sangat terbatas dalam rentang waktu singkat, padahal secara fisik awan terus mengalami perubahan,” ujarnya menerangkan.

Sonni juga  menanggapi klaim yang mengaitkan fenomena tersebut dengan jejak pesawat di langit. Menurut Sonni, garis-garis lurus yang sering terlihat sebenarnya merupakan jejak kondensasi pesawat atau contrail dan bersifat tidak permanen.

“Itu adalah uap air hasil pembakaran bahan bakar pesawat. Ketika berada di lapisan udara yang dingin, uap air tersebut mendingin dan mengondensasi, sehingga tampak sebagai garis lurus di langit,” ucapnya.

“Jika diamati dengan cermat, dalam beberapa menit bentuknya akan menyebar dan berubah menjadi tidak teratur. Ini menunjukkan adanya kekeliruan pengamatan yang bisa memicu kesimpulan yang salah,”katanya.

Sonni  meluruskan istilah ‘awan kontainer, yang  sebenarnya tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Istilah ‘awan kontainer’ merupakan kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer, keliru memahami proses terbentuknya hujan, khususnya pada tahap awal presipitasi.

“Kesimpulan saya, ada kekeliruan dalam memahami proses presipitasi. Terutama pada tahap pengintian atau pembentukan inti kondensasi,” ujarnya 

Ia meminta agar masyarakat lebih kritis dalam menyikapi informasi cuaca yang viral di media sosial. Sonni meminta masyarakat  tidak mudah mengaitkan fenomena atmosfer dengan istilah atau klaim yang tidak memiliki dasar ilmiah.

You Might Also Like

Warga Perumahan Bumi Ayu Gelar Rapat dan Bergotongroyong Atasi Drainase Tumpat dan Bergotong royong

Poldasu Ungkap 52 Kasus Curas dan Curat, 59 Tersangka Diamankan

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil, Cuaca Jadi Kendala

Arena Motor Cross Memakan Korban Seorang Anak Tewas, Disini TKPnya !!!

Tim SAR Evakuasi 114 Korban Kapal Virgo Transport 8

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita January 30, 2026 January 30, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Gelandang West Ham Dipinjamkan ke Burnley
Next Article Pemerintah Waspadai Masuknya Virus Nipah
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Wakil Wali Kota Medan Temukan Drainase Tersumbat dan Tak Terhubung di Helvetia
Medan
104.426 Siswa Sumut Nikmati Program Bersekolah Gratis, Anggaran Rp49,5 Miliar Telah Disalurkan
Medan
Warga Perumahan Bumi Ayu Gelar Rapat dan Bergotongroyong Atasi Drainase Tumpat dan Bergotong royong
HOME Medan NASIONAL
Poldasu Ungkap 52 Kasus Curas dan Curat, 59 Tersangka Diamankan
HOME KRIMINAL Medan NASIONAL
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?