By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Warga Melapor ke FPI, Kapolres Jika Tak Mampu Mundur Saja!
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

Warga Melapor ke FPI, Kapolres Jika Tak Mampu Mundur Saja!

Agus Leo
Agus Leo Published March 27, 2026
Share
SHARE

T.Tinggi – Halal bihalal berubah jadi forum kegelisahan publik—isu narkoba, judi, dan praktik asusila disebut kian terbuka, tokoh masyarakat minta langkah nyata, bukan sekadar janji

Tidak ada tepuk tangan meriah. Tidak ada basa-basi panjang. Yang terdengar justru nada tegas—bahkan cenderung menekan.
Malam halal bihalal di kediaman Ustadz Husen, Jalan Sei Babura, Kamis (26/3/2026), berubah menjadi panggung kegelisahan masyarakat yang sudah lama terpendam.

Satu per satu suara muncul. Isinya sama: kota ini sedang tidak baik-baik saja.

Buya Amin Khan berbicara lugas. Ia menyebut keresahan masyarakat kini bukan lagi isu pinggiran, melainkan realitas yang dirasakan langsung di lingkungan keluarga.

“Orang tua mulai resah. Anak-anak terpapar narkoba. Ini bukan kabar angin—ini yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan berdiri sendiri. Ustadz Muslim Istiqomah,SSQ,CTP menambahkan dimensi lain: praktik perjudian yang disebut semakin variatif dan terbuka.

Dari togel konvensional hingga judi online, bahkan aktivitas lain yang meresahkan, disebut masih terus berdenyut di tengah masyarakat.

“Kalau ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya hukum—tapi kerusakan sosial yang luas,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, forum juga menyinggung dugaan praktik asusila di sejumlah tempat kos dan lokasi hiburan. Para tokoh menilai fenomena ini bukan lagi rahasia umum, melainkan persoalan yang membutuhkan penanganan serius lintas sektor.

Ustadz Husen, sebagai tuan rumah, mencoba menarik garis tegas: kritik boleh keras, tapi tetap harus berpijak pada fakta dan mekanisme hukum.

Ia menyampaikan bahwa ada berbagai informasi yang beredar di masyarakat, termasuk dugaan lemahnya pengawasan. Namun menurutnya, semua itu harus diuji secara objektif.

“Kita tidak ingin berasumsi. Tapi juga tidak boleh menutup mata. Aparat harus menjawab ini dengan kerja nyata,” katanya.

Pesan yang muncul malam itu sederhana, tapi berat maknanya:
Masyarakat tidak menuntut hal muluk. Mereka hanya ingin rasa aman kembali nyata.

Sorotan pun mengarah pada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Bukan untuk disudutkan, melainkan didorong agar lebih responsif dan transparan dalam menangani penyakit masyarakat yang kian kompleks.

Nada peringatan sempat mengemuka—bukan ancaman, melainkan refleksi kegelisahan publik.

“Kalau tidak ada langkah konkret, dikhawatirkan kepercayaan publik akan terus menurun. Dan itu tidak baik bagi semua,” ujar salah satu peserta.

Malam itu tidak menghasilkan keputusan formal. Tidak ada deklarasi.
Namun satu hal jelas: suara masyarakat sudah keluar—jernih, keras, dan sulit diabaikan.

Kini, publik menunggu.
Bukan sekadar penjelasan—tetapi tindakan. Jika tidak mampu Mundur saja, tegas para tokoh

isi Berita ini merupakan rangkuman aspirasi tokoh masyarakat dalam forum terbuka. Ruang klarifikasi dan tanggapan tetap terbuka bagi pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.(Gs/TT).

You Might Also Like

Deklarasi 6 Ormas Tebing Tinggi Dukung APH Berantas Narkoba, Tangkap Bandarnya !!!

Marelan kota Banjir, Pantang Hujan Banjir Pun Datang

KAI Services Ingatkan Warga Waspada Penipuan Lowongan Kerja

Bobby Nasution Percepat Program Puskesmas Rawat Inap untuk Daerah Terpencil di Sumut

Lindungi Masyarakat Dari Hantavirus Gubsu Bobby Nasution Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Agus Leo March 27, 2026 March 27, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Tragis! Sepasang Kekasih yang Segera Menikah Tewas dalam Kecelakaan di Langkat
Next Article Pelaku Penganiayaan Ditangkap Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Pihak Polres Pelabuhan Belawan !!!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Peringati HLUN ke-30, Dinas P3APM P2KB Medan Tekankan Peran Lansia Tetap Aktif dan Bermartabat
Medan
Hitung Mundur Jelang Rakernas APEKSI XVIII, Pemko Medan Semakin Matangkan Persiapan, Siap Sambut Wali Kota Se-Indonesia
Medan
Zakiyuddin Harahap Tegaskan Pemko Medan Siap Benahi Belawan dan Minta Dukungan Komunitas
Medan
Gubernur Bobby Jagokan Jerman Juara Piala Dunia 2026
OLAHRAGA
- Advertisement -
June 2026
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« May    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?