Jakarta,-Anak pertama Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Sayyid Jundi Anzar Simanjuntak membantah isu penelantaran anak. Tudingan yang menyerang Dahnil Anzar Simanjuntak dipastikan sebagai bentuk fitnah di platform Threads.
Narasi penelantaran empat anak dinilai sangat bertolak belakang dengan fakta pengasuhan keluarga. Jundi membeberkan kepastian pemenuhan seluruh jaminan kebutuhan hidup harian seluruh saudaranya.
Jundi menyatakan keberatan mendalam atas tindakan pembawaan nama pribadi saudara-saudaranya ke ranah publik. Klarifikasi resmi tersebut diunggah langsung melalui akun media sosial pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Penceraian kedua orang tua membuat hak asuh seluruh anak dipegang penuh oleh sang ayah. Dahnil membiayai uang jajan serta seluruh pengeluaran operasional perkuliahan putra utamanya.
“Saya dan adik-adik saya telah ikut ayah setelah orang tua kami bercerai. Hingga tulisan hari ini muncul, hidup saya dan adik-adik saya dijamin oleh ayah saya,” kata Jundi.
Putri Dahnil yang tengah menempuh pendidikan perguruan tinggi turut menerima fasilitas kendaraan operasional harian. Pembawaan nama anak-anak ke dalam isu media sosial dinilai sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.
“Tidak suka boleh, tapi membawa-bawa kami yang Anda katakan ditelantarkan itu kejam. Kami bukan kamu yang ditelantarkan oleh ayahmu sendiri,” ujar Jundi , Rabu, 26 Agustus 2026.
Pertanyaan mengenai motif penyebaran informasi palsu disampaikan lantaran sangat merugikan nama baik keluarga besarnya. Dahnil Anzar Simanjuntak juga telah menyampaikan bantahan resmi serta menyatakan kesiapan melakukan mubahalah.

