Deli Serdang – Masjid Al Ikhlas di Desa Tanjung Timur yang berlokasi dipenghujung Kabupaten Deli Serdang berbatasan dengan Kabupaten Simalungun – Sumatera Utara ini, sebenarnya lebih tepat disebut sebagai Mushollah. Daripada masjid, Karena selain bangunan masjidnya yang kecil & terasa sempit, jamaahnya juga masih minim.
Sehingga tidak jarang masjid tempat tumpuan harapan kawasan Minoritas Muslim ini, gagal menggelar Sholat Jum’at. Kendala yang terjadi sebenarnya adalah karena minimnya jamaah & ketiadaan Ustadz untuk menjadi Khatib & Imam Sholat Jum’at.
“Dari ratusan Kepala Keluarga yang menjadi penduduk di Desa sini, paling hanya ada 50 an warga Muslim, selebihnya beragama Kristen. Sehingga sering pelaksanaan Sholat Jum’at hanya berkisar 7 sampai orang saja,” kata salah seorang pengurus BKM Al Ikhlas Tanjung Timur, Bolang Siddiq Tarigan, Sabtu (25/07/26) di Tanjung Timur.
Sementara itu warga Perumnas Simalingkar Medan Tuntungan, Pejuang Dakwah yang tidak mengenal lelah Mukhlis Hasibuan, SH melalui selulernya menjelaskan, meskipun tidak menerima upah (amplop), dirinya beserta para Da’i Pejuang Dakwah yang tergabung didalam komunitas Team Khatib Hijrah Sumatera Utara. Senantiasa tetap semangat & Istiqomah ketika menjalankan kewajiban tugas dakwah turun ke dusun & desa pedalaman Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun dan Tanah Karo ini.
Team Khotib Hijrah Sumatera Utara ini, lanjut Mukhlis, didirikan sejak tahun 2015 di Medan. Pendirian & operasional Team, melibatkan Ustadz Parlaungan Nasution, Ustadz Ir H Tarmizi Harahap, Muhammad Khairul Rofai, Syahbana Lubis, Rusnanda Hasibuan, SPdI, Ustadz Mugianto, Ustadz Wagimun, Ustadz Kajen Sitepu, Ustadz Sardi, Ustadz Nurdin, Banu Wira Baskara, Ir Ahmad Faizul, Adriansyah, SAg. H Rizki Yolanda Al Habsyi, H Nazaruddin Marpaung, Abdul Wahab, Muhammad Sugandhi Siagian & yang lainnya.
“Telah berkomitmen dalam tugas dakwahnya tidak menerima upah maupun amplop, ungkapnya. Meskipun kami sendiri terdiri dari keluarga sederhana, tidak ada donatur semua pembiayaan operasional ditanggung sendiri-sendiri secara pribadi.
Ini semua beranjak dari panggilan hati, betapa Masyarakat Muslim Minoritas di pedusunan & desa pedalaman sangat membutuhkan sentuhan dakwah. Mungkin jika dibandingkan dengan para ustadz di Kota Medan yang rata-rata memiliki ilmu yang tinggi & mumpuni. Kami personil Ustadz & Da’i yang tergabung dalam Team Khatib, belumlah apa-apa. (Gs/Sugandhi Siagian).

