Sergai, — Suasana duka menyelimuti kediaman Kopda Anumerta Rico Pramudia, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas perdamaian di Lebanon Selatan. Jenazah almarhum tiba di rumah duka di Dusun VII, Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB.
Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah diturunkan. Sejak sore, pihak keluarga telah menanti kedatangan almarhum. Begitu tiba, mereka langsung menghampiri, memeluk, dan mengusap peti jenazah dengan penuh haru.
Suasana semakin memilukan ketika istri almarhum, Yulia Putri, bersama kakak dan abang kandung Rico tak kuasa menahan kesedihan. Tangis histeris pun pecah di antara pelayat yang turut hadir.
Momen paling mengharukan terjadi saat anak semata wayang almarhum memeluk peti jenazah sang ayah sambil menangis. Ucapan pilu dari sang istri menambah suasana duka di rumah tersebut.
“Ayah sudah pulang, Nak. Ayah bawa mainan untuk Abang. Ayah tidak perlu kita tunggu lagi, Nak,” ucap Yulia Putri dengan suara bergetar, yang membuat para pelayat ikut menitikkan air mata.
Diketahui, Kopda Anumerta Rico Pramudia merupakan anggota Satuan Tugas Kontingen Garuda yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ia menjadi salah satu dari tiga prajurit TNI yang menjadi korban dalam insiden serangan di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026).
Dalam peristiwa tersebut, Rico mengalami luka berat, sementara dua rekannya, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan, mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.
Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Lubuk Pakam pada Rabu (29/4/2026).
Kepala Desa Dolok Manampang, Dedi Turnip, menyampaikan bahwa almarhum merupakan putra dari pasangan almarhum Pairin dan almarhumah Lau Kaya.
“Orang tua almarhum sudah meninggal dunia. Saat ini rumah duka ditempati oleh kakak kandung almarhum yang sebelumnya tinggal di Aceh bersama keluarga,” ujar Dedi.
Kepergian Kopda Anumerta Rico Pramudia meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar yang mengenal sosoknya sebagai pribadi yang baik dan berdedikasi dalam tugas negara.

