New Jersey, -Petarung asal Chechnya, akhirnya kehilangan status tak terkalahkannya setelah tumbang dari pada ajang di New Jersey, Minggu (10/5) pagi WIB.
Pertarungan berlangsung sengit sejak ronde pertama hingga ronde kelima. Strickland sukses meruntuhkan rekor sempurna milik Chimaev usai dinyatakan menang split decision dengan skor tipis 48-47, 48-47, dan 47-48.
Pada ronde pertama, Chimaev tampil dominan. Ia beberapa kali berhasil melakukan take down dan menguasai ground fight. Strickland bahkan sempat kesulitan keluar dari cengkeraman lawannya.
Namun memasuki ronde kedua, Strickland mulai bangkit. Ia mampu membaca pola permainan Chimaev dan sukses menggagalkan sejumlah upaya take down. Bahkan dalam situasi ground fight, Strickland justru beberapa kali menekan sang juara bertahan.
Momen itu menjadi titik balik pertarungan. Chimaev terlihat lebih berhati-hati melakukan take down di ronde-ronde berikutnya sehingga duel lebih banyak berlangsung dalam posisi berdiri dengan adu pukulan keras.
Pertarungan pun berlangsung brutal. Kedua petarung sama-sama mengalami luka dan berdarah di bagian wajah. Chimaev sempat mencetak take down di ronde keempat dan kelima, namun gagal memberikan dominasi signifikan.
Di penghujung ronde kelima, pukulan telak Strickland mendarat bersih ke wajah Chimaev hingga membuatnya kembali berdarah. Serangan itu menjadi penutup manis bagi Strickland sebelum keputusan juri diumumkan.
Hasil akhir menunjukkan pertarungan berjalan sangat ketat. Dua juri memberikan kemenangan untuk Strickland, sementara satu juri memilih Chimaev. Dengan hasil split decision tersebut, Strickland resmi keluar sebagai pemenang sekaligus merebut sabuk juara kelas menengah UFC.
Kekalahan ini menjadi noda pertama dalam karier profesional Chimaev. Sebelumnya, ia selalu menang dalam 15 pertarungan dan terakhir sukses merebut sabuk juara usai mengalahkan pada Agustus tahun lalu.
Kini, selain kehilangan rekor tak terkalahkan, Chimaev juga harus rela melepas sabuk juara kelas menengah UFC ke tangan Strickland.

