Medan,-Kejuaraan Berkuda Equestrian Piala Wali Kota Medan Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong perkembangan olahraga berkuda di Kota Medan. Ajang yang digelar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Medan di Taman Cadika Medan, Minggu (11/10/2026), ini diikuti 18 atlet dari Sumatera Utara dan Jawa Barat.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan, T. Chairuniza, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi ini menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta meningkatkan prestasi olahraga berkuda.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Chairuniza menyampaikan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang perebutan piala, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga berkuda yang lebih berkembang dan berkelanjutan di Kota Medan.
Pemko Medan berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, kompetisi ini diharapkan menanamkan nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab, serta mental juara bagi generasi muda.
“Jadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun mental juara,” demikian pesan Wali Kota Medan dalam sambutan yang dibacakan Kadispora.
Rico Waas juga berpesan agar seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menghormati sesama atlet dan keputusan pertandingan. Panitia pun diminta memperhatikan ketertiban dan keselamatan selama kompetisi berlangsung, termasuk kesejahteraan serta penanganan kuda yang mengikuti pertandingan.
Antusiasme masyarakat turut mewarnai Kejuaraan Berkuda Equestrian Piala Wali Kota Medan 2026.Warga tampak antusias hadir dan menyaksikan langsung aksi para atlet bersama kuda-kuda andalan mereka di arena pertandingan. Kehadiran masyarakat menambah semarak suasana kejuaraan sekaligus menunjukkan besarnya potensi olahraga berkuda sebagai salah satu cabang olahraga yang dapat menarik minat publik. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih dekat mengenal olahraga equestrian, mulai dari ketangkasan atlet hingga teknik mengendalikan kuda dalam setiap nomor pertandingan.
Sementara itu, Ketua Pordasi Medan, M. Amsar Ramzie, menegaskan bahwa kejuaraan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet berkuda sekaligus memperluas kesempatan bagi para rider untuk berkompetisi.
Atas nama keluarga besar Pordasi Medan, Amsar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemko Medan, jajaran Pordasi, para atlet, ofisial, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.
Menurut Amsar, kompetisi ini bukan hanya tentang memperebutkan piala dan meraih kemenangan. Lebih dari itu, kejuaraan menjadi wadah pembinaan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia berharap Piala Wali Kota Medan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet lokal sehingga semakin banyak rider potensial yang mampu bersaing dan membawa nama Kota Medan, bahkan Indonesia, ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi kejujuran dan sportivitas, patuhi peraturan pertandingan, serta utamakan keselamatan. Jadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menunjukkan kemampuan terbaik,” pesan Amsar di hadapan yang hadir, Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal, Ketua PORDASI Sumut Yuriandi Siregar dan ,Sekretaris Pordasi Sumut, Asad Shiddieqly serta Ketua Pordasi Kabupaten/Kota di Sumut.

