Taipei, -Sedikitnya empat orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka dalam insiden penusukan massal yang Judul: Penusukan Massal Guncang Taipei, Empat Orang Tewas
Sedikitnya empat orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka dalam insiden penusukan massal yang mengguncang pusat Kota Taipei, Taiwan, Jumat (19/12/2025) malam. Pelaku diduga menggunakan granat asap untuk menciptakan kepanikan sebelum menyerang warga secara acak dengan senjata tajam.
Menurut laporan The Guardian, pelaku merupakan pria berusia 27 tahun asal Taoyuan. Ia tewas setelah terjatuh dari sebuah gedung saat dikejar polisi di kawasan pusat perbelanjaan Zhongshan. Wali Kota Taipei Chiang Wan-an menyebutkan, salah satu korban meninggal dunia ketika berupaya menghentikan aksi pelaku di Stasiun Utama Taipei.
Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai mengungkapkan pelaku memiliki catatan kriminal serta beberapa surat perintah penangkapan, termasuk terkait pelanggaran kewajiban dinas militer pada 2024. Meski disebut sebagai serangan yang disengaja, motif pelaku hingga kini belum diketahui.
Aksi kekerasan ini bermula di Stasiun Utama Taipei saat jam sibuk, ketika pelaku melempar granat asap dan kemudian bergerak ke kawasan Zhongshan. Sejumlah video warga memperlihatkan kepanikan di lokasi, stasiun dipenuhi asap, serta warga berlarian mencari perlindungan.
Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan pemerintah akan meningkatkan pengamanan di seluruh wilayah dan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran publik, meski tindak kejahatan kekerasan tergolong jarang terjadi di Taiwan. pusat Kota Taipei, Taiwan, Jumat (19/12/2025) malam. Pelaku diduga menggunakan granat asap untuk menciptakan kepanikan sebelum menyerang warga secara acak dengan senjata tajam.
Menurut laporan The Guardian, pelaku merupakan pria berusia 27 tahun asal Taoyuan. Ia tewas setelah terjatuh dari sebuah gedung saat dikejar polisi di kawasan pusat perbelanjaan Zhongshan. Wali Kota Taipei Chiang Wan-an menyebutkan, salah satu korban meninggal dunia ketika berupaya menghentikan aksi pelaku di Stasiun Utama Taipei.
Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai mengungkapkan pelaku memiliki catatan kriminal serta beberapa surat perintah penangkapan, termasuk terkait pelanggaran kewajiban dinas militer pada 2024. Meski disebut sebagai serangan yang disengaja, motif pelaku hingga kini belum diketahui.
Aksi kekerasan ini bermula di Stasiun Utama Taipei saat jam sibuk, ketika pelaku melempar granat asap dan kemudian bergerak ke kawasan Zhongshan. Sejumlah video warga memperlihatkan kepanikan di lokasi, stasiun dipenuhi asap, serta warga berlarian mencari perlindungan.
Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan pemerintah akan meningkatkan pengamanan di seluruh wilayah dan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran publik, meski tindak kejahatan kekerasan tergolong jarang terjadi di Taiwan.

