Jakarta,- Tokoh masyarakat, Tengku Fauzi, mengungkapkan pembentukan Satgas Terpadu adalah langkah penting mengatasi premanisme dan ormas. Menurutnya, premanisme tersebut adalah dampak lemahnya kontrol sosial berbasis adat dan agama secara merata.
Tengku Fauzi menjelaskan bahwa pendekatan kultural dan syariat menjadi cara paling efektif diterapkan di wilayah Aceh. “Penegakan syariat islam dan pelibatan adat telah menekan premanisme dan kenakalan remaja secara signifikan,” jelas Tengku Fauzi , Selasa (6/5/2025).
Tengku Fauzi menekankan bahwa Satgas efektif jika dibentuk hingga tingkat desa dengan dukungan dana operasional khusus. Menurutnya, premanisme dapat dicegah melalui pengawasan langsung masyarakat yang ditopang struktur adat dan aparat kampung.
“Satgas kampung sangat penting. Ini karena bisa menyelesaikan masalah kriminal ringan secara adat dan hukum islam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tengku Fauzi menyatakan bahwa sinergi antara tokoh adat, Babinsa, dan aparat desa sangat dibutuhkan. Dia berpendapat bahwa pemerintah daerah juga harus ikut bertanggung jawab karena berwenang dalam pengawasan dan fasilitasi pembentukan satgas.
“Tanpa keterlibatan pemda, pembentukan satgas hanya simbolik dan tidak berdampak nyata ke kehidupan masyarakat,” kata Tengku Fauzi llagi. Ia juga mengungkapkan bahwa pendekatan persuasif berbasis adat membuat penyelesaian konflik lebih damai dan berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan ini berdampak positif karena mengurangi ketergantungan pada proses hukum yang panjang dan birokratis. Tengku Fauzi juga menyoroti pentingnya pembentukan Satgas berbasis lokal sebagai langkah awal menjaga generasi bangsa.
Menurutnya, keberadaan Satgas yang aktif bisa menjadi pelindung masyarakat dari pengaruh negatif secara menyeluruh. Kini tinggal pemerintah pusat mau tidak melakukan itu.

