By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label

Editor
Editor Published September 16, 2026
Share
SHARE

Jakarta,- Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memerintahkan penarikan 25 merek beras fortifikasi. Produk tersebut diduga tidak sesuai kandungan dan mutu berdasarkan standar yang tercantum pada label.

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral esensial. Pengayaan tersebut dilakukan pada permukaan beras atau dengan mencampurkan zat gizi tambahan ke dalamnya.

Kandungan yang umum ditambahkan meliputi vitamin A, B1, B3, B12, asam folat, zat besi, dan zinc. Tujuannya agar konsumsi nasi sehari-hari tidak hanya menjadi sumber karbohidrat, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi mikro.

Amran mengatakan pemerintah juga akan mencabut izin produk dan memproses pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum. Langkah tersebut diambil setelah pengujian laboratorium menemukan ketidaksesuaian kandungan fortifikasi pada sejumlah produk.

“Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya. Yang ketiga diproses,” kata Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Pengujian dilakukan di Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech, dan Eurofins Angler Biochemlab. Pemerintah menyebut laboratorium tersebut telah bersertifikat untuk melakukan pengujian produk.

Amran menegaskan persoalan tersebut menjadi perhatian karena beras merupakan pangan strategis bagi masyarakat. Pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan beras, tetapi juga kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi.

“Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” ujar Amran.

Pemerintah menyebut beras fortifikasi ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan. Kelompok tersebut antara lain masyarakat miskin, ibu hamil dan menyusui, balita, serta kelompok yang membutuhkan dukungan gizi.

Amran juga menyoroti perbedaan harga produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi. Produk yang seharusnya dijual sekitar Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram ditemukan dipasarkan hingga Rp57.000 per kilogram.

“Yang tertinggi dijual Rp57.000. Seharusnya sekitar Rp13.500,” katanya.

Pemerintah memperkirakan dugaan praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian konsumen sekitar Rp89 triliun. Angka tersebut masih berupa estimasi dan menjadi bagian dari pendalaman bersama aparat penegak hukum.

Amran menegaskan pemerintah akan menindak pihak yang terbukti merugikan masyarakat melalui produk beras fortifikasi. Pemerintah juga memastikan penanganan dilakukan dengan memperhatikan kepentingan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan gizi.

You Might Also Like

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Whoosh Angkut 1.150 Wisatawan Asal Malaysia Setiap Hari

Bapanas Mobilisasi Stok Cabai Rawit untuk Tekan Harga

Duafa Jalanan Hingga Petani Korban Banjir Diberi Sedekah Beras dari Tim Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis SH MH

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 16, 2026 September 16, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil, Cuaca Jadi Kendala
Next Article RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Carabao Cup, Liverpool Kalahkan Spurs 3-1
OLAHRAGA
Dorrr..Pelaku Begal Bersajam di KIM Mabar Ditembak !!! Begini Akhirnya…
HOME KRIMINAL Medan
2 Pencuri TV dan Tabung Gas Di Rumah Kosong Ditangkap, Disini TKPnya !!!!
HOME KRIMINAL Medan
Pelaku Pencurian Kabel di Tanjung Morawa Diciduk, Ini Ancaman Hukumannya !!!
Uncategorized
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?