Jakarta,-Pemerintah Arab Saudi menegaskan kondisi keamanan di negara tersebut saat ini berada dalam keadaan aman dan stabil. Termasuk untuk seluruh jemaah haji dan pengunjung yang datang ke Tanah Suci.
“Kami ingin menyatakan dan menyampaikan bahwa keamanan di Saudi saat ini stabil. Juga kami menjamin keamanan baik itu para jemaah haji ataupun para pengunjung, masyarakat ataupun para pemukim yang ada di Arab Saudi,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi di sela-sela pelepasan jemaah haji undangan tamu Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, Selasa, 19 Mei 2026 di Jakarta.
Dubes Faisal menambahkan bahwa situasi di Arab Saudi hingga kini berjalan kondusif dan terkendali. “Alhamdulillah Arab Saudi dalam keadaan baik dan kemudian dalam keadaan aman dan stabil,” ujarnya menambahkan.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, jumlah jemaah asal Indonesia tercatat mencapai sekitar 221.000 orang. Selain itu, terdapat pula sejumlah tamu undangan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud yang berasal dari kalangan tokoh masyarakat, pejabat, hingga tokoh agama.
“Berkaitan dengan jumlah haji pada tahun ini yaitu sebanyak 221.000 jemaah haji dari Indonesia. Juga ada beberapa tamu undangan raja dari para tokoh, dari para pejabat dan juga tokoh agama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Faisal juga menyoroti pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji selama berada di Tanah Suci. Ia menyebut sejumlah tamu dari Indonesia telah menyaksikan langsung pelayanan yang diberikan pemerintah Arab Saudi.
“Bapak Haikal (Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal/BPJPH-red) Haikal Hassan tentu telah berkunjung ke Arab Saudi. Beliau telah menyaksikan pelayanan yang disampaikan atau yang diberikan oleh Kerajaan Saudi terhadap pelayanan haji,” kata Dubes Faisal menjelaskan.
Sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu, bertentangan dengan saran para pejabat di beberapa negara Teluk, asumsi tersebut sebagian telah terbongkar. Iran telah melancarkan ribuan serangan rudal dan drone (pesawat tanpa awak) balasan ke negara-negara Arab Teluk yang menjadi tuan rumah instalasi militer AS.
Hal itu menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur energi, bandara, pelabuhan, dan hotel. Serangan-serangan tersebut telah menewaskan warga sipil di seluruh negara Teluk, demikian dilansir The New York Times.

