Jakarta,-MNC Group akhirnya mengizinkan penyelenggaraan acara offline penyiaran Piala Asia U-23 2024 atau AFC U23 Asian Cup 2024, termasuk nonton bareng atau nobar timnas Indonesia U-23 di ajang tersebut.
Pemegang hak siar Piala Asia U-23 itu sangat bangga dan bahagia atas kesuksesan yang diraih Timnas U23.
Pihak MNC Group melalui televisi free to air yang dimilik, yakni RCTI, serta Vison+, terus memberikan dukungan dengan menghadirkan tayangan Piala Asia U-23 agar dapat disaksikan oleh seluruh masyarat Indonesia.
Oleh karena itu, MNC Group selaku pemegang hak siar, memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menyelenggarakan nonton bareng Timnas U-23.
Sekaligus selama pergelaran nonton bareng tidak memungut biaya kepada para penonton atau pengunjung, serta tidak beriklan atau menerima sponsor dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan (Non-Komersil).
“Mari kita terus dukung perjuangan para punggawa Garuda Muda agar bisa berprestasi lebih baik lagi di Piala Asia U-23. Selamat bertanding, semoga menoreh sejarah dengan menjadi juara Piala Asia U-23 tahun ini. Kami akan selalu mendukung mu,” tulis pihak MNC Group dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024).


Thanks for bringing this article to my attention, but… the Kaplanis et al, 2018 article is seriously flawed Two main issues, first, while the stat methodology used might be appropriate for the authors aims, but the base problem is that assumptions are made which a science based genealogist knowing the data in these pedigrees would not make Other of their ‘tests’ for validation are biased to the point of being of no utility The Vermont vital recs database for example, just silly to use as representation of I suppose class bias in genealogy trees And one NPE per family, no, that’s clearly not supported by historic demographic data Despite all those big words, old axiom applies, junk in, junk out
You commit an error I can prove it Write to me in PM, we will talk