Jakarta,- Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki, meyakini keberadaan minyak makan merah akan meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Hal itu dikatakan Teten saat Ground Breaking Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Kalau bisa petani mendapat nilai tambah dari kebun sawitnya, bukan hanya dijual TBS tapi bisa diolah. Dengan demikian, minyak makan merah ini bisa dirasakan nanti akan menimbulkan perubahan pada kesejahteraan petani,” kata Teten, Sabtu (3/8/2024).
Teten mengungkapkan, pengolahan kelapa sawit menjadi minyak makan merah bisa dengan hanya menggunakan proses sederhana. Namun memiliki nilai unggul karena kandungan gizi yang tinggi dengan pro vitamin A dan E.
Menteri Teten mengatakan, minyak goreng yang biasa dikonsumsi masyarakat dan berwarna bening menjadi salah satu standar untuk bisa masuk pasar Eropa. Sehingga warna merah yang memiliki banyak kandungan vitamin malah dibuang.
“Saya sudah coba beberapa kali minyak makan merah dengan para chef profesional, mereka coba sampai deep frying dan rasa tidak berubah serta gizinya tinggi. Jadi minyak ini selain mutu dan gizinya bagus, rasanya sedap dan harganya murah,” ucap Teten.
Menurut Teten, untuk seribu hektare (ha) lahan yang dibangun pabrik minyak makan merah, dapat menghasilkan 7,5 ton per hari. Jumlah tersebut dikatakan cukup untuk diserap masyarakat di dua kecamatan sekitar.
Adapun pembangunan pabrik minyak makan merah di Kabupaten Musi Banyuasin memiliki luas lahan 3.018 ha. Dengan rencana kapasitas produksi minyak makan merah mencapai 0,5 ton per jam.
“Target pemasaran minyak makan merah di pabrik minyak makan merah ini sendiri untuk 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin. Mudah mudahan pembangunan tidak tersendat karena kehadiran minyak makan merah ini sudah ditunggu oleh para importir, jaringan restoran dan lain sebagainya,” ujarnya.

