By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Meski Terganggu Layang-Layang, Whoosh Tepat Waktu 99 Persen
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Meski Terganggu Layang-Layang, Whoosh Tepat Waktu 99 Persen

berita
berita Published January 31, 2026
Share
SHARE

Jakarta,-KCIC melaporkan ketepatan waktu perjalanan Kereta Cepat Whoosh selama tahun 2025 tetap terjaga dengan angka sangat tinggi. Namun, gangguan layang-layang masih menjadi penyebab utama keterlambatan jadwal perjalanan kereta modern di jalur tersebut.

Data resmi menunjukkan ketepatan waktu keberangkatan sebesar 99,04 persen dengan rata-rata terlambat 10,8 detik di setiap perjalanan. Ketepatan waktu kedatangan tercatat sebesar 88,62 persen dengan rata-rata waktu keterlambatan mencapai angka 33 detik saat operasi.

KCIC mengoperasikan sebanyak 21.907 perjalanan kereta cepat selama satu tahun penuh 2025. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebut pihaknya berhasil mengatasi berbagai faktor gangguan eksternal di lapangan.

“Bermain layang-layang di dekat jalur Whoosh dapat membahayakan perjalanan kereta, merusak infrastruktur kelistrikan, dan mengganggu ribuan penumpang. Kami sangat mengimbau agar masyarakat mematuhi larangan bermain layang-layang dalam radius 3 km ke kiri dan ke kanan dari jalur Whoosh demi keselamatan bersama,” kata Eva dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

Total gangguan operasional yang menyebabkan keterlambatan perjalanan tercatat terjadi sebanyak 164 kejadian sepanjang tahun 2025 lalu. Masalah terbesar berasal dari benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan ‘Overhead Catenary System’ (OCS) jalur kereta.

Gangguan akibat aktivitas masyarakat bermain layang-layang ini tercatat mendominasi data dengan jumlah total sebanyak 74 peristiwa. Masalah lain adalah tabrakan dengan hewan biawak sebanyak 25 kali serta gangguan cuaca buruk 18 kejadian.

Gangguan akibat layang-layang tersangkut paling sering terjadi di wilayah Padalarang serta Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Area paling rawan berada di antara Stasiun Padalarang dan Tegalluar Summarecon saat musim libur sekolah tiba.

KCIC mengoperasikan 1.846 unit kamera ‘Closed Circuit Television’ (CCTV) untuk memantau situasi jalur secara ‘real-time’ setiap saat. Perusahaan juga menyiagakan total 530 petugas pengamanan khusus yang berjaga selama 24 jam setiap harinya.

Para petugas keamanan ini ditempatkan setiap 500 meter di sepanjang lintasan kereta untuk melakukan pengawasan ketat. Mereka bekerja sama dengan personel TNI dan Polri untuk menggelar patroli gabungan di titik rawan gangguan.

Petugas lapangan rutin melakukan sosialisasi bahaya di sekolah serta area permukiman warga sekitar jalur lintasan kereta. Langkah proaktif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bahaya bermain layang-layang dekat rel.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh. Hal tersebut dapat menghambat perjalanan Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta cepat yang melaju hingga 350 km/jam,” ujar Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti.

You Might Also Like

Kinerja Polres Pelabuhan Belawan Dipertanyakan, Ratusan Massa Forum Peduli Alwasliyah (FPA) Demo Guncang Polres Belawan Desak Copot Kapolres

Belum Ada 24 Jam, Polres Pelabuhan Belawan Kembali Didemo Massa

Tawuran Tak Teratasi, Ratusan Warga Kembali Demo Polres Pelabuhan Belawan

43 Bangunan Warga dan Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa M 6,4 Pacitan

Pemerintah Percepat Pembanguna Huntara di Tapanuli Selatan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita January 31, 2026 January 31, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Polisi Ungkap Kegiatan Terakhir Lula Lahfah Sebelum Meninggal Dunia
Next Article KAI Jual 131 Ribu Tiket Lebaran 2026, Pemesanan Masih Tersedia
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Polda Sumut Bongkar Jaringan Ganja di Medan, 20 Kg Disita Tiga Tersangka Ditangkap
KRIMINAL
Pastikan Harga Bapokting di Pasar Rakyat Aman ,Sat Reskrim Polresta DS Lakukan Pengecekan dan Pengawasan
EKONOMI HOME KRIMINAL
BKD Terima Surat Pengunduran Diri Dua Kepala Dinas, Fitra dan Hendra
Medan
Kinerja Polres Pelabuhan Belawan Dipertanyakan, Ratusan Massa Forum Peduli Alwasliyah (FPA) Demo Guncang Polres Belawan Desak Copot Kapolres
HOME KRIMINAL Medan NASIONAL
- Advertisement -
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?