By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Mengerikan, 3,3 Juta Orang Usia Produktif Gunakan Narkoba
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KRIMINAL

Mengerikan, 3,3 Juta Orang Usia Produktif Gunakan Narkoba

Editor
Editor Published May 8, 2025
Share
SHARE

Jakarta,-Koordinator Kelompok Ahli BNN, Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan menyoroti, tingginya pengguna narkoba di Indonesia. Data menunjukkan 3,3 juta orang usia produktif terindikasi menggunakan narkoba menurut survei 2023. 

Dalam survei yang dilakukan oleh BNN, disebutkannya, pengguna terbanyak berada pada rentang usia 15 hingga 49 tahun. “Ini adalah data betul 3,3 juta pengguna, dan juga usia pemakai yang terbanyak adalah antara 15 sampai 49,” ujarnya, Rabu (7/5/2025). 

Ia mengatakan, saat ini jumlah pusat rehabilitasi tidak sebanding dengan angka pengguna narkoba yang terus meningkat. “Pusat rehabilitasi yang dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia sampai saat ini, kira-kira hanya mempunyai daya tampung 18 ribu,” ucapnya.

Ahwil menuturkan, solusi alternatifnya adalah rehabilitasi jalan bagi pemula atau pengguna non-adiktif. “Jadi sambil berjalan dikontrol, sehingga tidak memberatkan pusat rehabilitasi yang jumlahnya sangat terbatas ini,” katanya. 

Ia menjelaskan, pengguna ringan perlu ditangani secara medis, bukan dikriminalisasi dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, penjara justru mempertemukan mereka dengan pengedar dan meningkatkan risiko kecanduan lanjutan. 

Kendala lain, lanjutnya, adalah pembiayaan rehabilitasi yang belum dijamin oleh BPJS dan undang-undang terkait. Pendekatan seperti di Thailand menunjukkan keberhasilan melalui pendanaan dari aset kejahatan narkotika. 

Menurutnya, peran keluarga sangat vital dalam mendeteksi perubahan perilaku akibat narkoba pada anggota keluarga. Dukungan emosional dan perhatian sejak dini dapat membantu anak terhindar dari penggunaan narkoba. 

You Might Also Like

Dua Narapidana Rutan Depok Ngaku Pakai Narkoba Difasilitasi Oknum Petugas

Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Shabu, Pria 51 Tahun Diamankan

3 Pencuri Alat Musik di Gereja Diringkus, Ini Ancaman Hukumannya !!!

Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut

Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke-81 TNI

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor May 8, 2025 May 8, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Keberangkatan 36 Jamaah Haji Ilegal Via Colombo Digagalkan
Next Article Awas!!! Ada Tong Drum di Jalan Sejuta Umat Depan Mesjid Osmani Pekan Labuhan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Waspada !, Stres dan Pola Makan Bisa Memengaruhi Kesehatan Rambut
Hiburan
Darmawan Pimpin KSMI Sergai Periode 2026-2030, Usung Misi Jadi Nomor Satu di Sumut
OLAHRAGA
Ronaldo Jelaskan Insiden Tinggalkan Pusat Latihan Portugal
OLAHRAGA
Perkuat Pengawasan, Pemko Medan Sosialisasikan Perwal Sistem PengawasMU
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?