Jakarta,- Penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami lonjakan mencapai 20 persen menjelang Tahun Baru Imlek. Dimana terdapat 1.162 penerbangan dengan total penumpang 176.056 jiwa.
Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan mengatakan pada hari ini penumpang keberangkatan sebanyak 95.041 jiwa. Sementara penumpang kedatangan 81.015 jiwa.
“Jumlah total penumpang hari ini di Bandara Soetta sebanyak 176.056 jiwa. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 20 persen dibanding hari normal,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Sedangkan untuk pergerakan pesawat, sambung Yudis, terdapat 1.162 penerbangan. Terdiri dari keberangkatan 581 penerbangan dan 581 penerbangan kedatangan.
“Bila dirincikan di Terminal 1, terdapat 291 penerbangan atau 25,05 persen dengan penumpang 42.809 jiwa atau 25,31 persen. Kemudian Terminal 2 Domestik ada 333 penerbangan atau 28,66 persen dengan penumpang 43.890 jiwa atau 25,92 persen,” ucapnya.
Yudis membeberkan para Terminal 2 Internasional terdapat 104 Flight (8,96 persen). Jumlah penumpangnya sebanyak 17.381 jiwa (9,87 persen).
“Terminal 3 Dinestik, pergerakan pesawat sebanyak 239 penerbangan atau 20,57 persen dengan penumpang 36.449 jiwa atau 20,7 persen. Internasional, terdapat 169 peberbangan atau 14,55 persen dengan penumoangnya sebanyak 35.527 jiwa atau 20,17 persen,” kata Yudis.
Diamini General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi. Dia mengatakan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memproyeksikan peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat selama libur Tahun Baru Imlek 2026.
Diperkirakan, lanjutnya, sekitar 1.744.820 penumpang memadati Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Puncak pergerakan diprediksi terjadi pada hari ini (Sabtu, 14 Februari 2026, Red) dengan estimasi 1.111 penerbangan dan 171.094 penumpang,” ujarnya.
Sementara itu, potensi lonjakan arus balik awal diperkirakan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Selain pergerakan penumpang dan pesawat, aktivitas logistik juga diproyeksikan menunjukkan tren peningkatan.
“Pergerakan kargo diperkirakan mencapai 15,63 juta kilogram atau tumbuh sekitar dua persen. Ini mengindikasikan meningkatnya mobilitas dan distribusi barang selama periode libur,” kata Heru.
Pihaknya telah melakukan langkah antisipatif guna memastikan kelancaran operasional selama periode libur panjang tersebut. “Kami memastikan seluruh aspek pelayanan, keamanan, dan keselamatan berjalan optimal agar perjalanan penumpang tetap lancar, aman, dan nyaman,” ucap Heru.
Menurut Heru, periode libur yang berdekatan dengan momentum keagamaan memerlukan kesiapan operasional yang adaptif dan terukur. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama masa liburan.
“Dengan proyeksi peningkatan trafik yang positif, kami memastikan kapasitas operasional tetap terjaga. Tentunya melalui monitoring pergerakan secara ‘real time’ serta pengendalian operasional yang terintegrasi,” ujar Heru.

