By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Lebih Dua Miliar Ton Sampah Mengancam Lingkungan
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Lebih Dua Miliar Ton Sampah Mengancam Lingkungan

Editor
Editor Published June 1, 2025
Share
SHARE

 Jakarta,- Setiap tahun, dunia menghasilkan lebih dari dua miliar ton sampah padat kota. Namun, dari jumlah tersebut yang berhasil didaur ulang hanya sekitar 19 persen.

Sisanya, terus mencemari laut, udara, dan bahkan paru-paru manusia. Data tersebut dipaparkan Sigit Reliantoro, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Bayangin, sampah yang kamu buang hari ini, bisa muter-muter 25x keliling bumi atau nongkrong di TPA sambil ngeluarin gas metana, bikin bumi makin gerah,” tulis Sigit dalam postingannya di Instagram @nggalekcah, Sabtu (31/5/2025). 

Selain dampak iklim, sampah plastik yang mencemari ekosistem laut juga menimbulkan ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati. Plastik yang terfragmentasi menjadi mikroplastik masuk ke rantai makanan, berakhir di piring makan manusia. 

“Ada serpihan plastik yang nyasar ke laut, masuk ke perut ikan, lalu kembali ke piring makan malam kita. (Ini menjadi-red) hidangan spesial, shusi mikroplastik,” ujar Sigit melalui sulih suara digital.

Dampak kesehatan juga tak kalah mengkhawatirkan. Polusi dari pembakaran sampah dan pembuangan liar telah menyebabkan jutaan kematian tiap tahun pada perempuan dan anak-anak.

Sigit mengajak masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Ini dapat dimulai dari tindakan sederhana seperti membawa botol minum sendiri, menolak plastik sekali pakai, hingga menggerakkan komunitas.

“Bumi gak butuh penyelamat berkostum. Cukup kamu, aku, dan kita yang mau berubah pelan-pelan,” kata Sigit.

You Might Also Like

AMPHIBI : Mari Selamatkan Mangrove Dari Limbah dan Sampah

BMKG: Puncak Kemarau Agustus Melanda 369 Zona Musim

Kepala BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dikonsumsi

3 Tsk Pungli di Kawasan Objek Wisata Air Panas Sidebu Debu Ditahan Tim Cobra Polres Karo

Perpusnas Ingatkan Risiko Digitalisasi Buku di Era AI

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor June 1, 2025 June 1, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Suhu Global Akan Mendekati Rekor Tertinggi hingga 2029
Next Article Gunung Dukono Erupsi Dengan Tinggi Letusan 900 Meter
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Refleksi Kemerdekaan RI, H.Kasman Lubis Ingatkan Soal Pemerataan Pendidikan, Kesehatan dan Lapangan Pekerjaan di Medan
Medan
Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getarannya Terasa hingga Medan
Medan
Gubsu Bobby: Kisah Risky Bukti Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan
PENDIDIKAN
Gubernur Bobby Jenguk Siswi SMKN 1 Berastagi yang Dirawat Intensif, Minta Kasus MBG Tak Berulang
Medan
- Advertisement -
August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?