By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Korban Tewas Akibat Longsor di Tambang Solok 14 Orang
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Korban Tewas Akibat Longsor di Tambang Solok 14 Orang

Editor
Editor Published September 29, 2024
Share
SHARE

Jakarta,- Kepala BPBD Solok, Irwan Effendi mengatakan korban longsor di area tambang Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok total 25 orang, Sabtu (28/9/24). Rinciannya 14 korban meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.

“Sempat diupdate kemarin ada 13 orang, dua orang korban dengan kondisi luka berat. Mereka dievakuasi hari ini, satu diantaranya meninggal dunia,” kata Irwan. 

Hari ini, lanjutnya, masih dalam proses evakuasi korban yang ke-24 dan ke-25. Tim gabungan telah menjemput sejak pukul 8 pagi hingga malam ini, kurang lebih sudah hampir 10 jam namun belum sampai ke posko.

“Ini menandakan begitu beratnya medan di sana. Padahal banyak unsur yang terlibat dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, tim gabungan terdiri dari berbagai unsur seperti Polri, TNI AD, TNI AU, Basarnas, Pemadam Kebakaran, Perangkat Desa, Perangkat Kecamatan, ORARI dan masyarakat. Begitu banyak unsur yang terlibat namun masih membutuhkan waktu lama untuk proses evakuasi.

“Total tim gabungan kurang lebih ada 140 orang, sementara korban yang dibawa dua orang saja. Itupun masih membutuhkan waktu yang sangat lama untuk tiba ke posko,” katanya mengungkapkan.

Ia mengakui data korban longsor masih dinamis dikarenakan keadaan di lokasi yang serba sulit. Selain medan yang berat, tidak ada sinyal, perjalanan yang jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

“Bagi masyarakat di sini dan penambang mungkin hanya butuh 4 jam. Namun bagi kami dan orang awam yang baru ke lokasi, membutuhkan waktu 6 jam dan ketika membawa korban bisa sampai 10 jam,” katanya.

You Might Also Like

Buku Nikah Anda Rusak Atau Hilang, Begini Cara Usunya, GRATIS !

Keluarga Korban KM Virgo Diminta Tak Terus Menunggu di Pelabuhan

DVI Identifikasi 12 Korban KM Virgo, Total 63 Jenazah Sudah Dikenali

3 Tahun Mengabdi, BNCT Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Layanan Efisien Berbasis Green Port

Dorong Pertumbuhan Inklusif, BNCT Integrasikan Konsep CSV dalam Program Pemberdayaan Masyarakat

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 29, 2024 September 29, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Catat, Inilah Wilayah Defisit Cabai
Next Article Newcastle Tahan Imbang City di St James Park
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Satresnarkoba Polres Batu Bara Amankan Pria Bawa 19,26 Gram Sabu di Tanjung Tiram
HOME KRIMINAL
Polda Sumut Ungkap Puluhan Kasus Curas-Curat, 44 Tersangka Diciduk
HOME KRIMINAL Medan
Barcelona Pagari Pemain Bintangnya
OLAHRAGA
Produksi Padi hingga Agustus Capai 43,89 Juta Ton
EKONOMI
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?