Marelan – Kondisi gedung pasar 5 Marelan yang digadang- gadang sebagai pusat bisnis di kawasan kota Medan Marelan masih “jauh panggang dari api”.
Akantetapi pasca lebaran Idul Fitri 1447 H /2026 M ternyata sedang tidak baik- baik saja, yng pasti kondisinya “Sepi ditengah keramaian”.
Penyebabnya menurut para pedagang disana ternyata akibat lemahnya daya beli masyarakat saat ini.
” Di dalam gedung pasar ini keramaian pembeli terjadi sewaktu sebelum lebaran Idul Fitri namun sehabis lebaran malah pembeli yang kesini bisa dihitung dengan jari” ungkap salah seorang pedagang saat diwawancarai media online ini.Jumat pagi (03/04/2026).
Pedagang di gedung pasar Marelan juga menginformasikan, kalau masih maraknya pedagang di luar dari gedung pasar Marelan atau dipinggir jalan juga menjadi penyebab kian sepinya pembeli masuk ke gedung pasar Marelan.
” Ngapain kami masuk ke gedung pasar Marelan yang sekali masuk dipunggut bayaran sebesar Rp2000 itu Bang, sementara di pinggir jalan pasar 5 saja sudah banyak pedagang yang menjual berbagai kebutuhan pokok rumah tangga baik itu untuk kebutuhan memasak seperti sayur mayur maupun lauk pauk ikan, daging, tahu tempe, serta barang kebutuhan lainnya sudah banyak dijual di pinggir jalan ini, ujar Bu Wati salah seorang pembeli yang enggan masuk ke dalam gedung pasar Marelan yang hingga kini kondisi lantai 2 pasar sudah rusak dan terbengkalai tersebut.(Gs/Mrl).

