Medan,-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan penanganan permanen jalan Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, Sumatra Utara. Ruas jalan tersebut terdampak longsor akibat bencana hidrometeorologi yang mengganggu konektivitas wilayah.
Hasil identifikasi teknis di lapangan menunjukkan longsoran terjadi di beberapa titik Desa Simaninggir dengan material lereng masih bergerak. Kondisi ini membuat penanganan jalan darurat membutuhkan waktu dan kehati-hatian.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan, penanganan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan komitmen pemerintah menjaga konektivitas saat bencana. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan.
“Menjaga konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana. Mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari 2026.
Segmen Simpang Rampa–Sibolga sudah terhubung, namun belum bisa dilalui kendaraan umum. Akses alternatif dari Tarutung ke Sibolga pun dialihkan melalui ruas nasional Tarutung–Sp Rampa–Poriaha–Sibolga.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Utara, Hardy Siahaan menyebut, penanganan jalan darurat masih berlangsung di Desa Simaninggir. Lokasi longsoran tersebut kini sudah tidak terisolasi dan tetap dipantau untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Hardy menyebut, untuk penanganan permanen, Kementerian PU tengah melakukan survei detail serta penyusunan perencanaan teknis. Opsi penanganan mencakup relokasi trase lebih aman, penyesuaian tebing, serta pembangunan jembatan penunjang keselamatan.
“Kami terus memantau kondisi infrastruktur di wilayah terdampak bencana serta melakukan langkah-langkah cepat dan tepat. Ini guna menjaga konektivitas antar wilayah tetap terjaga, salah satunya akses dari dan menuju Sibolga,” katanya.
Hingga Rabu, 14 Januari 2026 malam, hampir seluruh titik terdampak di 12 kabupaten dan kota telah tertangani. Penanganan meliputi 263 titik longsor, 65 jalan amblas, 19 jalan putus, serta seluruh titik jembatan rusak.
Koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer kembali terhubung dan terus disempurnakan melalui perbaikan detour demi keselamatan pengguna jalan. Sementara, koridor Sibolga–Batangtoru telah fungsional berkat pemasangan dua Jembatan Bailey di Sungai Garoga.
Awal 2026, Kementerian PU melaksanakan survei dan perencanaan detail untuk penanganan permanen infrastruktur terdampak bencana di Sumatra Utara. Termasuk segmen Tarutung-Sibolga, Tarutung–Sipirok–Padang Sidempuan, Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan, Batangtoru–Singkuang serta Bts Aceh–Barus–Sibolga.

