Barcelona,-Kemenangan Real Madrid atas Espanyol di RCDE Stadium, Minggu 33 Mei 2026, menunda perayaan gelar juara untuk Barcelona. Los Blancos juga sekaligus menjaga asa pada persaingan perebutan tahta La Liga 2025-2026.
Kemenangan Barcelona atas Osasuna sehari sebelumnya sempat menempatkan mereka di ambang juara. Namun, dua gol Vinicius Junior pada babak kedua memastikan perburuan gelar masih berlanjut ke panggung el clasico.
Los Merengues langsung bermain agresif sejak awal pertandingan melawan Espanyol. Bek kanan Trent Alexander-Arnold mengirim umpan silang yang disambut Vinicius dengan tembakan yang sempat membentur Omar El Hilali.
Namun bola hanya menghantam tiang gawang meskipun kiper Marko Dmitrovic sudah mati langkah. Tensi turut memanas ketika El Hilali diganjar kartu merah akibat pelanggaran terhadap Vinicius.
Beruntung bagi tuan rumah, wasit membatalkan keputusan tersebut. Mereka mengubahnya menjadi kartu kuning setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Kiper Madrid, Andriy Lunin melakukan penyelamatan yang krusial dengan menepis sundulan jarak dekat Leandro Cabrera. Jika saja gol itu tercipta dan Madrid kalah, Barcelona dipastikan mengunci gelar malam itu juga.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-55. Bekerja sama dengan Gonzalo Garcia, Vinicius melepaskan tembakan keras ke gawang yang membuat skor menjadi 1-0.
Pemain Timnas Brasil ini kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-66. Dia mengecoh kiper Dmitrovic setelah menerima umpan Jude Bellingham.
Bagi Espanyol, kekalahan ini otomatis mengubur ambisi mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Performa tim asal Catalan ini terus merosot tajam sebab belum meraih satu pun kemenangan sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, meski Madrid menang, Barcelona masih berada di posisi yang sangat menguntungkan. Dengan selisih 11 poin, Barcelona hanya butuh hasil imbang saat menjamu Madrid di Camp Nou, 10 Mei 2026 untuk menyabet gelar LaLiga ke-29 mereka.
Sementara itu, bagi kubu Real Madrid, El Clasico nanti adalah benteng terakhir untuk mencegah sang rival juara. Sekaligus, menghindari musim tanpa gelar untuk kedua kalinya sejak era 2009/2010.

