By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Kedelai Masih Impor, Tempe Belum Diakui UNESCO
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
TEKNOLOGI

Kedelai Masih Impor, Tempe Belum Diakui UNESCO

berita
berita Published December 20, 2025
Share
SHARE

Jakarta,- Makanan khas Indonesia, Tempe hingga kini belum diakui oleh UNESCO karena bahan bakunya sebagian besar produk impor. Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Endah Astuti mengatakan hal itu Kamis 19 Desember 2025. 

“Dari segi riset, dokumentasi dan dukungan dari stakeholder sudah lengkap. Masalah utamanya karena komoditas kedelai 80 persen masih impor,” katanya. 

Endah mengatakan hal itu usai menghadiri “Seminar dan Pameran Budaya Tempe: Goes to UNESCO”. Acara digelar di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2025).

Menyoroti hal tersebut, pemerintah melakukan dua alternatif yaitu tetap menggunakan bahan kedelai namun mengurangi kandungan kedelai impor.  Aleternatif kedua adalah melakukan inovasi mengganti bahan kedelai dengan  memanfaatkan kacang-kacangan lokal. 

Ia menjelaskan tempe sebenarnya juga bisa dibuat dari berbagai jenis kacang-kacangan lain selain kedelai. Oleh karena itu, penting untuk mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat agar tempe non-kedelai bisa diterima.  

Sementara itu, Direktur Promosi Kebudayaan, Undri SS menyampaikan bahwa budaya tempe di Indonesia telah dikenal di dunia. Tempe menjadi salah satu makanan yang menguatkan perekonomian Indonesia. 

“Tidak hanya di Indonesia, tapi dunia, tempe semakin banyak di kenal. Ini menjadi salah satu kebanggaan yang luar biasa bagi kita semua rakyat Indonesia,” ujarnya. 

Ia berharap, dengan semakin dikenalnya tempe secara global, pengolahan dan inovasi tempe terus berkembang. Selain itu, masyarakat semakin menghargai warisan budaya ini, dan generasi muda terdorong untuk melestarikan nilai ekonomi tempe. 

You Might Also Like

Kemkomdigi Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Fitur Grok AI

Penjualan Mobil Listrik Dunia, BYD Ungguli Tesla

Guncang Dunia Penerbangan, Airbus Tarik 6.000 Pesawat A230 Terkait Gangguan Perangkat Lunak

Changan Deepal S07 Hadirkan Teknologi Baru Golden Shield Battery

Changan Luncurkan Deepal S07 dan Lumin

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita December 20, 2025 December 20, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Wilayah ini
Next Article Pemerintah Izinkan Pemanfaatan Kau Gelondongan Kiriman Banjir
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

OTT Pegawai Pajak, KPK Amankan Delapan Orang
KRIMINAL
Dana Desa Dipertanyakan ?Jalan Sukmo Kp.Kolam Kupak- Kapik Butuh Perbaikan
EKONOMI HOME KRIMINAL
Sertijab Kapolres Pelabuhan Belawan Sukses,AKBP Rosef Efendi, SIK, MH, CPHR Kapolres Baru
HOME KRIMINAL Medan
Wagub Sumut Surya Ajak OPD Bersinergi Bangun Sumut Lewat Tiga Kebijakan Prioritas 2026
Medan
- Advertisement -
January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Dec    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?