Jakarta,-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia masih ringan dibandingkan negara yang mengalami lonjakan. Seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, adanya kenaikkan hingga 240 kasus Covid-19 di Indonesia dalam seminggu terakhir ini. “Betul ada kenaikkan kasus, tetapi kalau dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, dan Filipina masih jauh di bawah,” kata Syahril , Jumat (8/12/2023).
Menurutnya, di Indonesia sebenarnya masih ada sub varian lama yang mendominasi. Belakangan baru diketahui sub varian tersebut yakni varian EG.2 dan EG.5.
“Kasus kedua varian itu di Indonesia baru sekitar 20 persennya dari 240 kasus tadi,” ucapnya. Sementara untuk kasus yang dirawat dirumah sakit ia menyebut hanya 0,05 persen dari jumlah kasus yang diketahui.
Sedangkan untuk kasus kasus kematian akibat Covid-19, Syahril memastikan saat ini tidak ada. “Jadi, tidak mengkhawatirkan dan Alhamdulillah tidak ada kematian akibat covid-19 itu sampai sekarang,” ujarnya.
Selain itu, gejala yang ditimbulkan juga masih sama dengan Covid-19 pada umumnya, meski cenderung lebih ringan. Seperti batuk, pilek, sakit tenggorokkan hingga demam.
“Oleh karena itu, kita tidak perlu khawatir berlebihan. Walaupun pandemi covid-19 sudah dicabut, tetap harus waspada karena bisa saja terjadi lagi sub varian baru atau kasus lagi,” ujarnya.(dna/rri)


What an engaging read! The author did a great job breaking down complex ideas. It would be interesting to dive deeper into this topic. Looking forward to hearing everyone’s thoughts. Click on my nickname for more engaging content!