By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Kasus Bakteri ‘Pemakan Daging’ di Jepang Belum Ditemukan di Indonesia
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Kasus Bakteri ‘Pemakan Daging’ di Jepang Belum Ditemukan di Indonesia

Editor
Editor Published June 26, 2024
Share
SHARE

Jakarta,- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kasus bakteri ‘pemakan daging’ seperti yang sedang marak di Jepang belum ditemukan di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Selasa (25/6/2024). 

“Belum ada, ini di Jepang saja kasusnya dilaporkan terjadi di rumah sakit,” ujarnya singkat. Kasus yang mewabah di Jepang ini dikenal sebagai sindrom syok toksik streptokokus (STSS).

Ini merupakan jenis infeksi yang disebabkan bakteri Streptococcus Grup A. Bakteri tersebut dapat ditemukan di bagian mulut dan usus manusia serta hewan. 

Menurut Nadia, kasus ini memang sudah ada di Jepang sebelumnya tetapi meningkat pada tahun ini. Meski begitu, Jepang tidak menerapkan situasi darurat terkait penyakit tersebut. 

Nadia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir menanggapi penyakit yang sedang mewabah di Jepang itu. “Ini sebenarnya seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) yang umumnya terjadi,” ucapnya. 

Namun, ini bisa fatal pada orang tertentu seperti lansia atau orang dengan kelainan imunitas. “Di Jepang saja tidak ada notifikasi khusus terkait penyakit ini,” ujar Nadia. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan terjadi 977 kasus SSTS hingga 2 Juni 2024. Jumlah ini melampaui angka tahun sebelumnya sebanyak 941 kasus. 

Selain itu juga dilaporkan 77 orang meninggal dunia di Jepang akibat penyakit ini. Jumlah tersebut terhitung selama periode Januari hingga Maret 2024. 

You Might Also Like

Mendadak! Purbaya Dipanggil Istana Saat Rapat DPD, Tak Lama Kemudian Diganti Suahasil

Kemkomdigi Telusuri Sinyal HP Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Pencarian Hari Kelima Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Jeriken Minyak

Kemenhut Selamatkan 24 Satwa Liar Terdampak Karhutla, Orangutan Terbanyak

Gempa di Kepulauan Seribu, Warga Jakarta Rasakan Getaran

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor June 26, 2024 June 26, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Prancis Harus Puas di Peringkat ke Dua
Next Article Rutan Labuhan Deli Berikan Susu kepada Warga Binaan Lansia
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Tiket The Story of Studio Ghibli di Gardens by the Bay Kini Tersedia, Dibuka di Singapura pada 18 Desember 2026
Hiburan
Mendadak! Purbaya Dipanggil Istana Saat Rapat DPD, Tak Lama Kemudian Diganti Suahasil
NASIONAL
Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut
Medan
Hakim Tolak Prapid Tersangka Pencabulan Anak, Proses Hukum di Polres Sergai Lanjut ke Kejaksaan
KRIMINAL
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?