Jakarta,-PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menegaskan komitmennya menjaga kerahasiaan korban pelecehan dan menindak para pelaku. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari peningkatan perlindungan penumpang di lingkungan stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.
Direktur Utama PT KCI Asdo Artriviyanto menyatakan hingga Juni 2025 sudah menindak 25 pelaku pelecehan. Mereka yang telah teridentifikasi ini akan dicegah masuk ke area stasiun melalui sistem biometrik dan CCTV analitik.
“Jadi dia mulai tertangkap kamera di halaman stasiun atau masuk stasiun, sudah langsung tertangkap kamera. Itu nanti tugas pengamanan di stasiun untuk menghalau mereka,” ujar Asdo dalam penjelasan kinerja KCI semester pertama tahun 2025 di Kampung Kecil, Jakarta, Senin (15/7/2025).
Selain pencegahan, KCI juga terus mendorong kepedulian antarpenumpang untuk saling melindungi. Mereka juga diminta untuk berani melaporkan jika melihat atau mengalami pelecehan seksual.
“Rata-rata, kami susah memproses lanjut karena berakhir dengan ‘sudahlah kami tidak mau di-expose, malu’, dan sebagainya. Ini yang kadang menjadi kendala kami untuk menindaklanjuti proses secara hukum,” kata Asdo.
Meski begitu, KCI menjamin privasi korban akan dilindungi sepenuhnya. Ini menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan rasa aman di transportasi publik.

