Layanan Instagram mengalami gangguan akses secara serentak di berbagai wilayah dunia sejak Jumat malam. Jutaan pengguna melaporkan kesulitan memperbarui beranda, mengunggah konten, mengirim pesan, hingga keluar otomatis dari akun.
Gangguan pertama kali terdeteksi sekitar pukul 21.25 WIB di Eropa dan Amerika Utara sebelum meluas ke Asia, termasuk Indonesia, Australia, dan Timur Tengah. Puncak laporan mencapai lebih dari 850.000 keluhan, sementara pemulihan akses mulai berlangsung bertahap sejak pukul 23.15 WIB.
Meta menjelaskan gangguan terjadi akibat kesalahan konfigurasi jaringan internal saat pembaruan rutin sistem perusahaan. Perubahan pengaturan pada server data memutus komunikasi antar pusat data global sehingga permintaan akses tidak dapat diproses.
“Gangguan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan konfigurasi jaringan internal saat pembaruan rutin sistem. Perubahan pengaturan pada server pengarah lalu lintas data secara tidak sengaja memutus jalur komunikasi antar pusat data global,” ujar Meta dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Sabtu, 13 Juni 2026.
Penyebab Instagram dan Facebook Down
1. Kesalahan Pembaruan Sistem
Gangguan bermula saat tim teknis Meta melakukan pembaruan rutin untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem. Dalam proses tersebut, terjadi kesalahan konfigurasi data antarsistem sehingga layanan tidak dapat berjalan normal.
2. Terputusnya Jalur Data
Kesalahan konfigurasi tersebut menyebabkan koneksi antar pusat data utama Meta di Amerika Serikat, Eropa, dan Singapura terputus sementara. Akibatnya, permintaan akses dari pengguna tidak dapat diproses secara optimal sehingga sejumlah fitur Instagram mengalami gangguan.
3. Bukan Serangan Siber
Meta memastikan gangguan yang terjadi tidak berkaitan dengan serangan siber maupun aktivitas peretasan dari pihak luar. Perusahaan juga menegaskan tidak ditemukan indikasi kebocoran data atau akses tidak sah terhadap informasi pengguna selama insiden berlangsung.
4. Bukan Masalah Internet Pengguna
Meta menjelaskan gangguan berasal dari infrastruktur internal perusahaan dan bukan disebabkan oleh jaringan internet pengguna. Karena itu, masalah tetap terjadi meskipun pengguna menggunakan penyedia layanan internet yang berbeda di berbagai negara.

