By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Indonesia Miliki Jumlah Penderita Hepatits B dan C Tinggi
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Indonesia Miliki Jumlah Penderita Hepatits B dan C Tinggi

Editor
Editor Published July 29, 2024
Share
SHARE

Jakarta,- Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Buleleng, Bali, Putu Arya Nugraha meminta masyarakat berpola hidup sehat untuk menghindari terkena hepatitis. Pasalnya, kata dia, penyakit hepatitis, terutama B dan C, memiliki resiko kematian cukup tinggi.

Apa yang disampaikan Arya beralasan jika melihat data dari Kementerian Kesehatan RI. Dimana Kemenkes menyebut di Indonesia diperkirakan ada sekitar 20 juta orang menderita hepatitis dengan prevalensi tertinggi pada kasus hepatitis B.

Sementara itu, menurut data BPJS Kesehatan, 2.159 orang meninggal karena sirosis dan kanker hati. Dimana kanker hati merupakan dampak dari hepatitis kronis yang biasanya dialami orang dengan hepatitis B pada stadium lanjut, pada 2022.

Arya mengatakan, hepatitis B merupakan penyakit hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini, katanya, merupakan salah satu tipe dari banyak virus yang menyerang hati. 

“Infeksi virus ini disebabkan oleh HBV. Virus ini ditularkan dari orang ke orang melalui darah, air mani atau hubungan seksual, atau cairan tubuh lainnya. Penyakit ini tidak menyebar melalui bersin atau batuk,” katanya, Minggu (28/7/2024).

Dia mengungkap kenapa banyak orang Indonesia baru ketahuan terkena hepatitis begitu dalam kondisi yang sudah beresiko tinggi. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari kebiasaan orang Indonesia kalau sudah sakit parah baru berobat.

Padahal katanya, langkah terpenting adalah pencegahana dan deteksi awal. Pencegahan, ujarnya, bisa dilakukan dengan upaya hidup lebih sehat. 

“Sementara deteksi awal bisa dangan pemeriksaan kesehatan rutin atau check up rutin,” katanya.

Setiap 28 Juli menjadi peringatan Hari Hepatitis Sedunia. Dikutip dari laman resmi WHO, Hari Hepatitis Sedunia atau World Hepatitis Day ditetapkan tepat pada hari ulang tahun dari penemu virus hepatitis B yaitu, Profesor Baruch Samuel Blumberg.

Tujuan dari penetapan World Hepatitis Day adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dunia tentang virus hepatitis dengan berbagai penyebab dan dampaknya. Peringatan ini menjadi kesempatan dalam mendorong adanya kepedulian serta partisipasi aktif dalam menangani virus ini secara global.

Tema peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2024 adalah “Bersama Lawan Hepatitis, Sekarang”.

Ada lima jenis virus hepatitis, yakni tipe A, B, C, D, dan E. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 354 juta orang di seluruh dunia hidup dengan hepatitis B atau C dan setiap tahun ada satu juta orang meninggal karena hepatitis.

WHO pada 2020 mengeluarkan resolusi bahwa penyakit hepatitis menjadi salah satu penyakit prioritas yang harus ditangani oleh negara-negara di dunia. Namun, sulitnya mendeteksi penyakit ini menjadi tantangan yang harus diatasi karena biasanya pasien hepatitis diketahui ketika kondisinya sudah tingkat lanjut.

You Might Also Like

190 Rumah Rusak, 335 Jiwa Mengungsi Akibat Gempa Besar di Sulut dan Malut

BGN Akan Hentikan Insentif Untuk SPPG Tak Penuhi SOP

Ratusan Murid di Nagan Raya Masih Belajar di Tenda Darurat

WFH Jadi Solusi Jangka Pendek Tekan Konsumsi BBM

Percepat Layanan, BPJS Kesehatan Bakal Gunakan AI

TAGGED: Hepatitis

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor July 29, 2024 July 29, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Bapanas Tugaskan Bulog Serap 600 Ribu Ton Beras
Next Article Penguntil Bantal Kereta Cepat Sudah Diketahui
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Jln.Rusak Paloh Gelombang Percutseituan Diminta Diaspal Lagi
EKONOMI HOME
Tawuran di Belawan Berujung Penjarahan, Rumah Mantan Polisi Dirusak Massa,
KRIMINAL
Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Pemko Medan Perkuat Layanan dan Fasilitas RSUD Dr. Pirngadi
Medan
Hadiri Halal Bihalal PKS Kota Medan, Rico Waas Ajak Tinggalkan Sekat Politik dan Perkuat Sinergi
POLITIK
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?