By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Indonesia Darurat Seks Bebas
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Indonesia Darurat Seks Bebas

Editor
Editor Published March 17, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut, hubungan seks luar nikah remaja 15-19 tahun mengalami peningkatan. Kasus pada perempuan usia 15-19 tahun sebanyak 59 persen, sedangkan pada laki-laki pada angka 74 persen.

Menanggapi itu, Psikolog Remaja RSUD Buleleng, Bali, Ni Made Ayunda Darma Tirsani menyebut, Indonesia bisa dikatakan darurat seks bebas. Menurutnya, banyak faktor yang menjadi penyebab makin mengkhawatirkannya seks bebas belakangan ini di Indonesia.

Menurutnya, setidaknya tiga faktor jadi penyebab, yakni rasa ingin tahu dari kalangan remaja, pergaulan, dan bullying. “Rasa ingin tahu menyebabkan mereka coba-coba melakukannya tanpa memikirkan apa dampaknya,” katanya.

Pergaulan menyebabkan anak remaja mendapat pengaruh dari lingkungan mereka berada. Bisa saja, menurutnya, teman-temanya yang sudah terbiasa melakukan itu.

Dalam pergaulan, ada penyampaian jika tidak mengikuti tren yang mereka lakukan, maka dia akan dikucilkan. “Sedangkan faktor bullying menjadi pendorong remaja melakukan hubungan seks karena dirinya dalam paksaan,” ujarnya.

“Kalau tidak melakukannya mungkin saja remaja tersebut akan mengalami kekerasan secara fisik dan psikis. Ada unsur pemaksaan agar si remaja melakukan itu.”

Selain tiga faktor tersebut, menurut Tirsa, anggapan tabunya edukasi seks sejak usia dini yaitu 5-6 tahun. Padahal, pengenalan seks sejak dini secara sederhana, seperti pengenalan alat reproduksi secara sederhana dan kenapa harus dijaga sangat penting.

Pada saat mnereka remaja, katanya, tinggal dilakukan penguatan dengan memberikan pemahakan soal risiko yang akan mereka hadapi jika melakukan seks bebas. “Mereka harus diedukasi bahwa melakukan seks bebas bisa terkena penyakit,” katanya.

“Bisa kelamin, HIV, kelahiran yang tidak diinginkan, kesulitan melahirkan. Dan risiko berbahaya lainnya.”

Menurut Tirsa, perlu ada edukasi yang masif, penyadaran kepada para orang tua mengenai pentingnya edukasi kesehatan reproduksi kepada anak mereka. Pendidikan agama yang lebih baik, serta pendidikan moral dan rasa malu yang harus ditingkatkan.

You Might Also Like

Kapolri Suyudi Paparkan Pengamanan 1,16 Ton Ketamin dari Kapal MT Global 168 di Belawan

Tak Ada Klarifikasi, Forum Jurnalis & Advokat Sulsel Resmi Lapor Fenny Frans ke Polda Sulsel, Begini Masalahnya !!!

Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia

Ancaman Karhutla Belum Berakhir, BMKG Prediksi Cuaca Kering hingga 24 Oktober

Kurangi Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Asap, Kelompok Rentan Diminta Tak ke Luar Rumah

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor March 17, 2024 March 17, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article KBRI Percepat Pencarian WNI yang Hilang di Korsel
Next Article Di Pembukaan Ramadhan Fair ke XVIII, Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Jaga Kesucian Bulan Ramadan
3 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Menembus Kabut Asap, Tim Jurnalis KSJ Pusat Salurkan Sedekah Beras Bagi Warga Miskin Jalanan
HOME KRIMINAL Medan
Kapolri Suyudi Paparkan Pengamanan 1,16 Ton Ketamin dari Kapal MT Global 168 di Belawan
HOME KRIMINAL Medan NASIONAL
Kapolri Puji Bobby Nasution, Gubernur Pertama di Indonesia Larang ASN Pakai Vape
KRIMINAL
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut 23-25 Oktober, 32 Daerah Berpotensi Terdampak
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?