Hanoi,-Pemerintah Vietnam mendorong penerapan kerja jarak jauh sebagai upaya menghemat penggunaan bahan bakar. Imbauan ini disampaikan oleh Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam, dilansir dari Bernama, Rabu, 11 Maret 2026.
Kementerian tersebut meminta perusahaan dan instansi menerapkan sistem kerja dari rumah jika memungkinkan untuk mengurangi kebutuhan perjalanan. Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Situasi tersebut memicu krisis energi global dan memengaruhi pasokan bahan bakar. Perang yang sedang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memaksa adanya blokade pada Selat Hormuz.
Blokade pada jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut memengaruhi pasokan bahan bakar dan energi di banyak negara, salah satunya negara-negara Asia. Pemerintah Vietnam menilai pengurangan mobilitas dapat membantu menekan konsumsi energi di dalam negeri.
Selain mendorong kerja jarak jauh, pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan bahan bakar secara lebih efisien. Warga diminta membatasi penggunaan kendaraan pribadi jika tidak benar-benar diperlukan serta menerapkan sistem berbagi kendaraan atau carpooling.
Masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan transportasi umum dan menggunakan sepeda untuk perjalanan jarak pendek. Selain itu, pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik dan kendaraan hibrida yang dinilai lebih hemat energi.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam upaya penghematan energi nasional. Kebijakan ini juga bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi serta mengurangi dampak gejolak pasar energi global terhadap Vietnam.

