By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Dewan Pers : Kasus Kekerasan Jurnalis Meningkat
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KRIMINAL

Dewan Pers : Kasus Kekerasan Jurnalis Meningkat

berita
berita Published September 1, 2023
Share
Seorang jurnalis meletakan kartu persnya ketika ikut berunjuk rasa di Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/3). Para jurnalis mendesak polisi mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dilakukan belasan orang terhadap wartawan iNews TV - Medan, seusai melakukan peliputan gudang diduga meyimpanan semen ilegal. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/pras/17.
SHARE

Jakarta,-Terdapat 61 kasus kekerasan yang dialami oleh jurnalis Indonesia sepanjang 2022. Angka tersebut meningkat dari kasus 2021.

“Pada tahun 2021 kasus kekerasan terhadap jurnalis mencapai 43 kasus. Angka tersebut meningkat di tahun 2022 yakni 61 kasus kekerasan terhadap jurnalis,” kata Anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Lebih lanjut, Sapto mengatakan, selama 2022, terjadi 51 kasus kekerasan terhadap pers yang menyasar media, wartawan, narasumber dan aktivis pers. Selain itu, tindak kekerasan terjadi pada mahasiswa yang menjalankan kerja jurnalistik.

“Bentuk kekerasannya beragam, seperti kekerasan fisik maupun nonfisik. Bahkan kekerasan melalui sarana digital, seperti peretasan, duplikasi situs web, penyebaran disinformasi untuk mendegradasi kredibilitas target serangan, juga turut diterima jurnalis,” ujar Sapto.

Menurut Sapto, kekerasan terhadap jurnalis banyak dialami di daerah. Seperti di Aceh dan Jawa, yang melibatkan unsur aparatur negara.

“Kasus kekerasan terhadap wartawan tersebut melibatkan aktor pelaku dari unsur negara, aparat pemerintah. Ada juga akto selain negara yang terdiri dari ormas, partai politik, perusahaan, dan warga,” ujarnya.

You Might Also Like

Modus Bunga untuk Obat Anak, Tas Berisi Emas Rp50 Juta Digondol, Satu Pelaku Ditangkap

Dua Jam Usai Beraksi, Residivis Curanmor di Medan Timur Ditangkap, Motor Korban Ditemukan

​Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Narkotika, Wali Kota Medan Dukung Penuh Langkah Tegas Polri

Cegah Banjir dan Jaga Kelestarian Lingkungan,Poldasu Laksanakan Aksi Penanaman Pohon

Polresta DS Grebek Lokasi Peredaran Sabu di Beringin, Begini Hasilnya !!!

TAGGED: Jurnalis, kekerasan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita September 1, 2023 September 1, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Jarang Main, Inggris Tetap Panggil Maguire
Next Article Volpi Shoes, Toko Sendal Wanita Yang Sudah Ada Sejak Tahun 2010
1 Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Modus Bunga untuk Obat Anak, Tas Berisi Emas Rp50 Juta Digondol, Satu Pelaku Ditangkap
KRIMINAL
Dua Jam Usai Beraksi, Residivis Curanmor di Medan Timur Ditangkap, Motor Korban Ditemukan
KRIMINAL
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
NASIONAL
MU Tumbang di Old Trafford
OLAHRAGA
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?