Medan,-Cara penyelesaian konflik antara pengembang Apartemen Podomoro Deli City dengan para pemilik dan penghuni dinilai berpotensi mempengaruhi citra bisnis perusahaan, termasuk terhadap kepercayaan calon konsumen dan penjualan unit apartemen di masa mendatang.
Penyelesaian sengketa yang berlarut tanpa kepastian hukum berisiko menimbulkan persepsi negatif di pasar. Apalagi, sektor properti sangat bergantung pada kepercayaan (trust), reputasi pengembang, serta kepastian legalitas bagi konsumen.
“Dalam bisnis properti, kepercayaan adalah faktor utama. Jika konflik dengan konsumen tidak diselesaikan secara transparan dan cepat, maka dampaknya bisa langsung terasa pada minat pembeli baru,” ujar Susanto, salah seorang pemilik apartemen kepada wartawan di Medan, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, polemik terkait sertifikat, Akta Jual Beli (AJB), maupun pengelolaan kewajiban administrasi dapat menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli sebelum memutuskan investasi di sebuah proyek hunian vertikal.
Selain itu, aksi unjuk rasa yang dilakukan penghuni juga berpotensi menjadi perhatian publik dan mempengaruhi persepsi pasar. Di era digital saat ini, informasi terkait sengketa konsumen sangat cepat menyebar dan dapat menjadi referensi bagi calon investor maupun pembeli.
“Calon konsumen sekarang sangat mudah mencari rekam jejak pengembang. Mereka akan melihat bagaimana pengembang menyelesaikan masalah dengan konsumennya. Itu bisa menjadi faktor penentu apakah mereka jadi membeli atau tidak,” katanya.
Ia menyarankan agar pengembang mengedepankan pendekatan dialogis, mempercepat penyelesaian kewajiban legalitas, serta menunjukkan komitmen perlindungan konsumen untuk menjaga reputasi perusahaan.
Jika konflik tidak segera diselesaikan secara komprehensif, bukan hanya berpotensi mengganggu penjualan unit yang tersisa, tetapi juga dapat berdampak terhadap proyek-proyek pengembangan selanjutnya.
Sementara itu, para penghuni berharap adanya itikad baik dari pihak pengembang untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan unit yang telah mereka lunasi. Mereka juga menilai penyelesaian yang adil akan menjadi indikator komitmen pengembang terhadap konsumennya.
Dengan kondisi tersebut, penyelesaian konflik secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepastian hukum dinilai menjadi kunci penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memulihkan kepercayaan pasar terhadap proyek Podomoro Deli City.

