Jakarta ,-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengajak masyarakat hidup sehat agar dapat mencegah ancaman risiko penyakit berat. Pengurangan konsumsi unsur gula garam dan lemak menjadi strategi utama agar dapat menjaga kesehatan fisik di masa depan.
“Ketika setiap pribadi itu menjaga kesehatannya, tidak berlebih untuk gula, garam, dan lemak, ini ke depannya, biaya untuk pelayanan kesehatan ini bisa dikurangi, diminimalisir. Ketika setiap individu menjaga kesehatannya, maka ke depannya itu, kesinambungan biaya pelayanan kesehatan ini bisa diturunkan,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah saat berbicara kepada RRI di Kawasan Menteng Jakarta Pusat, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, pemberian edukasi juga dilakukan lewat kanal komunikasi untuk memberikan pemahaman sehat bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya upaya meminimalkan konsumsi zat tersebut demi memperkuat stamina badan.
“Kalau di kami itu Prom-Prev ya, promotif preventif, di mana dari komunikasi organisasi sendiri ini selalu mengingatkan kembali melalui konten-konten di media sosial ataupun di rilis agar memang memperhatikan kesehatan,” ujar Rizzky Anugerah.
Penerapan strategi promotif preventif diharapkan membantu program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap berjalan secara berkesinambungan bagi warga negara. Warga turut diajak peduli terhadap kondisi fisik melalui proses pemeriksaan kesehatan secara rutin di pusat medis wilayah terdekat.
Salah satunya dengan melakukan pengecekan tekanan darah secara berkala. Ini merupakan metode efektif untuk mendeteksi berbagai gangguan penyakit pada tahap sangat awal.
“Di situ tahu dia, selain melalui JKN online, tahu nih statusnya kalau kita gandeng dengan pencegahan. Jadi masyarakat itu minimal sekali sebulan tensi aja pencegahan, sekalian mengetahui kartunya (JKN) itu aktif atau tidak,” ucap Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar di tempat yang sama.
Timboel mengatakan pola makan buruk akan memicu munculnya gangguan pada fungsi kesehatan. Pemanfaatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) juga didorong supaya masyarakat mampu mandiri dalam upaya memantau kondisi badan secara rutin.
“Garam, gula, lemak itu kan menjadi pendukung ya untuk darah tinggi, untuk penyakit-penyakit diabetes dan sebagainya,” ujar Timboel Siregar.
Pengendalian konsumsi asupan harian menjadi kunci mencegah adanya gangguan organ tubuh manusia secara signifikan untuk periode jangka panjang. Kesadaran setiap individu dalam menjaga pola makan sangat bermanfaat mengurangi potensi kematian akibat ancaman nyata gejala penyakit katastropik.

