Medan,-Tiga kecamatan di wilayah Medan Utara diperkirakan akan diterjang banjir rob atau banjir pesisir dengan ketinggian air mencapai 2,4 meter. Fenomena ini diprediksi berlangsung selama enam hari, mulai Kamis (30/7/2026) hingga Selasa (4/8/2026).
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Peringatan tersebut disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Nur Auliakhansa, mengatakan pasang air laut dengan ketinggian di atas 2,3 meter diperkirakan terjadi pada pukul 04.00–05.00 WIB dan kembali pada pukul 14.00–16.00 WIB. Sementara pasang tertinggi diprediksi mencapai 2,4 meter.
“Banjir rob diprediksi melanda wilayah pesisir Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan mulai Kamis (30/7/2026) hingga Selasa (4/8/2026),” ujar Nur dalam siaran pers yang diterima, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, ketinggian banjir rob diukur berdasarkan titik surut air laut terendah. Fenomena tersebut terjadi akibat aktivitas pasang air laut yang dipengaruhi oleh kondisi alam tertentu sehingga menyebabkan permukaan air laut meningkat.
“Banjir rob terjadi disebabkan oleh aktivitas pasang air laut dan fenomena alam lainnya yang dapat memengaruhi naiknya air laut,” jelasnya.
BMKG mengingatkan, banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, akses transportasi di kawasan pesisir, hingga kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Karena itu, masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan terus memantau informasi terbaru terkait cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG,” pungkas Nur.

