By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Antariksa Eropa Kembangkan Pesawat Hipersonik Invictus
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
TEKNOLOGI

Antariksa Eropa Kembangkan Pesawat Hipersonik Invictus

berita
berita Published July 7, 2026
Share
SHARE

Badan Antariksa Eropa (ESA) bersama perusahaan asal Inggris Frazer-Nash tengah mengembangkan pesawat uji hipersonik Invictus. Pesawat ini disebut-sebut berpotensi membuka jalan bagi perjalanan udara supercepat.

Bahkan, rute London-Sydney kelak dapat ditempuh hanya dalam sekitar tiga jam. Meski demikian, Invictus belum dirancang sebagai pesawat penumpang.

Tahap awal pengembangannya difokuskan untuk menguji teknologi pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali. Invictus juga memfokuskan peluncuran satelit yang lebih fleksibel dan mendukung sistem pertahanan berkecepatan tinggi.

Invictus dirancang lepas landas layaknya pesawat konvensional sebelum menanjak hingga sekitar 80 ribu kaki menuju batas atmosfer. ESA menyebut kendaraan eksperimental ini ditargetkan mampu melaju hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).

Selain misi luar angkasa, sistem peluncuran horizontal yang dapat digunakan kembali dinilai mampu menjadi alternatif dari roket vertikal. Selama ini, roket umumya membutuhkan bahan bakar besar dan fasilitas peluncuran yang kompleks.

Namun, pengembangan pesawat hipersonik masih menghadapi tantangan teknis yang besar. Utamanya terkait panas ekstrem akibat gesekan udara dan gelombang kejut saat melaju pada kecepatan tinggi.

Kondisi tersebut membuat mesin harus tetap mampu mengompresi udara dan membakar bahan bakar. Selain itu, mesin juga harus mampu beroperasi secara stabil di tengah suhu yang sangat tinggi.

Untuk mengatasi tantangan itu, ESA mengembangkan sistem propulsi berbahan bakar hidrogen dengan teknologi precooled air-breathing engine. Teknologi itu dirancang mendinginkan udara panas dalam hitungan sepersekian detik sebelum masuk ke mesin.

You Might Also Like

Smart Glasses Kini Makin Populer

BMKG Sebut El Nino Kali ini Memasuki Kategori Kuat

KAI Services Terapkan Teknologi Smart Cleaning di Stasiun Kereta

Permudah Akses Layanan Kelistrikan, PLN Perkenalkan PLN Mobile kepada Pengunjung PRSU

Video Haaland yang Viral ini Ternyata Buatan AI

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita July 7, 2026 July 7, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Gol Merino, Spanyol Singkirkan Portugal
Next Article Pesawat Delta Air Terkena Kembang Api Saat Mendarat
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Jeremy Doku Perpanjang Kontrak di City
OLAHRAGA
Renungan Suci HUT Ke-81 RI,Bobby Nasution Tegaskan Semangat Pahlawan Jadi Kompas Pembangunan Sumut
Medan
Warga Korsel Selundupkan Biawak Ditangkap di Bandara Soetta
KRIMINAL
Ini Kelalaian yang Menyebabkan Keracunan Masal di SMAN 1 Berastagi
NASIONAL
- Advertisement -
August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?