By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Analisis Media Sosial Jadi Kunci Tata Kelola Pemerintahan dan Kebijakan Publik, Mengemuka di Forum Komdigi APEKSI XVIII
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Medan

Analisis Media Sosial Jadi Kunci Tata Kelola Pemerintahan dan Kebijakan Publik, Mengemuka di Forum Komdigi APEKSI XVIII

berita
berita Published July 2, 2026
Share
SHARE

Medan,-Media sosial instansi pemerintah daerah idealnya tidak lagi sekadar menjadi wadah publikasi kegiatan seremonial. Di era digital saat ini, platform tersebut harus bertransformasi menjadi alat analisis berbasis data untuk melahirkan kebijakan publik yang tepat sasaran.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Komdigi APEKSI ke-XVIII 2026 yang digelar Dinas Kominfo Kota Medan di Hotel Aryaduta, Kamis (2/7/26). Forum Komdigi yang berlangsung dua hari dari tanggal 1- 2 Juli 2026 ini diikuti seluruh Kadis Kominfo dari Pemerintah Kota se Indonesia.

Dua narasumber utama, yakni Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBLSDM) Komdigi Medan, Dr. Christiany Juditha, S.Sos., M.A., dan Akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Drs. Josep J. Darmawan, M.A., secara senada menekankan pentingnya perubahan mindset (pola pikir) aparatur pemerintah dalam mengelola komunikasi publik.

Selaku penyusun modul pembelajaran Analisis Media Sosial (AMS) untuk pemerintahan, Dr. Christiany Juditha menjelaskan bahwa AMS memiliki peran strategis dalam menangkap dinamika riil di masyarakat. Melalui data yang dikumpulkan dari media sosial, pemerintah kota dapat memetakan berbagai isu krusial yang sedang berkembang di daerahnya masing-masing.

“Kami sangat berharap ada mindset yang berubah. Analisis media sosial itu tidak semata-mata hanya untuk mempublikasikan konten yang sifatnya acara seremonial belaka. Media sosial sebenarnya bisa dipakai untuk analisisnya, jadi berbasis data,” ujar Christiany.

Christiany mendorong agar AMS diintegrasikan ke dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di Dinas Kominfo daerah. “Supaya apa? Supaya ini menjadi ujung tombak pengambilan kebijakan bagi pemerintah setempat dengan melihat isu yang ada,” tambahnya.

Terkait kesiapan daerah, Christiany memberikan apresiasi khusus bagi Kota Medan. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kominfo setempat, ia menilai tata kelola media sosial di Kota Medan sudah jauh lebih matang dan menunjukkan lompatan performa yang siap dibanding daerah lain. Sementara untuk kota-kota yang belum aktif menerapkan metode ini, Kementerian Komdigi berkomitmen memberikan dorongan nyata berupa pendampingan langsung dan pelatihan di masa mendatang.

Menyambung hal tersebut, akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Drs. Josep J. Darmawan, M.A., menyoroti bahwa adopsi AMS menuntut perubahan paradigma kerja yang sistemik dan berkelanjutan. Menurutnya, tugas komunikasi publik bukan lagi sekadar mendistribusikan informasi searah, melainkan mendengarkan publik secara ilmiah.

“Hal yang mendasar adalah adanya perubahan paradigma penting dalam komunikasi publik. Selama ini aktivitasnya lebih banyak mendistribusi, sementara sekarang kita harus berangkat dari ide dasar yang didasarkan pada pengamatan publik secara sistematis dan analitis,” papar Josep.

Josep mengingatkan pemerintah daerah agar pengiriman aparatur dalam pelatihan AMS tidak sekadar menjadi formalitas individu. Pemanfaatan AMS harus dikonstruksikan sebagai kebijakan institusional yang terdesain dengan jelas, mulai dari tahap pre-test, pengarahan program, hingga pembentukan tim analis yang kompeten.

“Bukan hanya sekali ikut pelatihan, lalu seolah-olah langsung bisa terus-menerus menghasilkan analisis. Harus dibentuk tim dengan personel, tugas, dan proses penguatan hasil analisis yang jelas,” tegasnya.

Menariknya, Josep menyanggah anggapan bahwa penerapan AMS membutuhkan anggaran besar yang kerap menjadi alasan klasik pemerintah daerah. Bagi Josep, sumber daya manusia (SDM) di dalam struktur birokrasi sebenarnya sudah memadai, tinggal bagaimana komitmen kepemimpinan (leadership) menyelaraskan cara kerja mereka.

“Sebenarnya kalaupun ada anggaran, itu kecil sekali. SDM-nya sudah ada di situ, tinggal dibangungkan, ditempatkan di posisinya, lalu dirancang bersama. Yang sulit itu adalah mindset-nya yang belum ke situ karena sebagian besar masih bekerja dengan paradigma lama,” pungkas Josep.

Melalui momentum Forum APEKSI XVIII ini, kolaborasi dan sinergitas dari para kepala daerah diharapkan mampu menggeser tren pengelolaan media sosial pemda ke arah yang lebih ilmiah, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan demi pelayanan publik yang lebih responsif.

You Might Also Like

Terima Audiensi BMI Kota Medan, Rico Waas: Bilal Mayyit Punya Peran Mulia, Harus Dibekali Ilmu dan Standar yang Benar

Pemprov Sumut Siapkan Puskesmas Botombowo Jadi Rawat Inap Plus

Tak Perlu Berobat Keluar Pulau, Pemprov Sumut Perkuat RSUD dr Thomsen Nias

Wali Kota Medan Kumpulkan Konsultan dan Dinas Terkait, Bahas Pelayanan PBG dan Tutup Celah Pungli

Pemko Medan Perkuat Akses Kesehatan, Rico Waas Dukung RS Vina Estetika Masuk Jaringan BPJS

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita July 2, 2026 July 2, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Anggota Masih Hilang
Next Article Lewat Tangan Airin Rico Waas, Daun Ubi Tumbuk Melesat ke Panggung Nusantara
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Dorong Perluasan Pasar UMKM, Wali Kota Medan Minta Indomaret Tambah Kuota Produk Lokal
EKONOMI
Terima Audiensi BMI Kota Medan, Rico Waas: Bilal Mayyit Punya Peran Mulia, Harus Dibekali Ilmu dan Standar yang Benar
Medan
Pemprov Sumut Siapkan Puskesmas Botombowo Jadi Rawat Inap Plus
Medan
SID 2026 Perkuat Sinergi 10 Provinsi, Gubernur Sumut Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Sumatera
EKONOMI
- Advertisement -
July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?