Sumut – Ketegangan memuncak di Medan menyusul rencana penyelenggaraan acara komunitas LGBT di sebuah hotel ternama pada 31 Juli 2025. Aliansi besar ormas Islam di Sumatera Utara, yang terdiri dari Persada 212, FPI Sumut, BP Formi Sumut, MPTW Sumut, dan sejumlah organisasi lainnya, menyatakan penolakan keras dan mengancam akan melakukan aksi massa jika acara tersebut tetap dilaksanakan.
Pernyataan sikap tegas disampaikan oleh Ustaz Zubeir dalam konferensi pers siang tadi. Didampingi oleh para pimpinan ormas, termasuk Ustaz Affan Lubis (Persada 212), Ustaz Satya Bara Yani (FPI Sumut), Ustaz Azhari (BP Formi Sumut), dan Ustaz Latif Ba Latif (MPTW Sumut), Ustaz Zubeir menekankan bahwa acara tersebut dianggap menyinggung nilai-nilai agama dan budaya masyarakat Medan yang mayoritas beragama Islam. Ia juga menyebut acara tersebut sebagai ancaman terhadap moralitas generasi muda.
Suasana konferensi pers diwarnai dengan seruan takbir dan yel-yel penolakan. Para pimpinan ormas menegaskan kesiapan mereka untuk mengerahkan massa guna mencegah terselenggaranya acara tersebut. Pihak kepolisian hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait ancaman aksi massa ini. Situasi di Medan terus dipantau dengan ketat untuk mengantisipasi potensi konflik. Ketegangan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana pemerintah daerah akan menangani situasi yang semakin memanas ini.
Pemikiran di sampaikan Ustadz Muslim istiqomah SE,SSQ,C.TP kepada media.(Gs/TT).

