Jakarta,-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama sejumlah pihak menyelamatkan 232 satwa liar dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jumlah tersebut dari enam provinsi, diantaranya 71 orang utan diselamatkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan penyelamatan satwa liar bagian dari penanganan karhutla. Data tersebut catatan Kemenhut hingga 8 Oktober 2026, dengan dukungan relawan, organisasi masyarakat sipil, dan pihak lainnya.
“Kami dibantu para relawan, para pihak, telah menyelamatkan 232 individu satwa liar di 6 provinsi prioritas. Sebanyak 71 adalah orang utan,” ujar Ristianto dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
Selain orang utan, satwa liar yang berhasil ditangani mencakup 76 bekantan dan 24 trenggiling. Kemenhut juga mencatat penyelamatan 15 kura-kura panjang, sembilan kukang, serta 37 satwa lainnya, termasuk lutung dan kucing.
Ristianto menegaskan, karhutla tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap satwa liar. Karena itu, upaya penyelamatan satwa menjadi bagian dari penanganan karhutla yang dilakukan Kemenhut bersama para pihak.
“Kementerian Kehutanan tidak hanya fokus melindungi masyarakat. Kami juga fokus untuk menyelamatkan satwa liar yang terdampak dari kejadian kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Untuk membantu satwa yang membutuhkan pertolongan, Kemenhut menyediakan layanan pelaporan melalui akun Instagram resmi @kemenhut. Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai pusat panggilan atau call center yang beroperasi selama 24 jam.
Kemenhut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penyelamatan satwa liar secara mandiri ketika menemukan hewan yang terdampak kebakaran. Penanganan satwa membutuhkan keahlian dan prosedur khusus untuk mencegah risiko terhadap manusia maupun hewan tersebut.
Kemenhut menyatakan akan terus berkoordinasi dengan para pihak untuk mendukung penyelamatan satwa liar di wilayah terdampak karhutla. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu melindungi satwa sekaligus mengurangi dampak kebakaran terhadap keanekaragaman hayati.

